Lacak Varian Delta di Jepara, Satgas Ambil 6 Spesimen WGS Pasien Covid-19
Merdeka.com - Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jepara mengambil enam spesimen whole genome sequencing (WGS) dari pasien Covid-19 yang dirawat di Kabupaten Jepara. Proses pengambilan sampel dilakukan di sejumlah tempat termasuk kampus Universitas Gajah Mada (UGM).
"Kita sudah ambil spesimen dari beberapa warga, dan 2 tenaga kesehatan (nakes) yang terinfeksi virus Corona. Pengetesan untuk mengetahui sebaran virus Corona varian Delta India yang berpotensi merebak di wilayah Jepara. Kita sedang menunggu hasilnya," kata Juru Bicara Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jepara, Muh Ali, Kamis (24/6).
Dia menyebut pengambilan spesimen dilakukan karena harus melewati enam kriteria yang telah ditentukan oleh pemerintah. "Ada enam kriteria jadi tidak semudah itu ambil sampel pasien Covid-19 untuk dites genome. Kita mesti teliti dan berhati-hati juga," jelasnya.
Pihaknya mengaku dengan peningkatan kasus penularan Covid-19 yang sangat tinggi di Jepara, sementara ini belum tahu dari mana sumber penularannya.
"Ini sedang kita rapatkan karena yang kita tahu penularan Covid-19 cukup banyak," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng, Yulianto Prabowo mengatakan pengambilan sampel sudah dikaji berdasarkan beberapa kriteria antara lain pasien dari daerah zona merah atau angka penularan tinggi. Selain itu, spesimen yang diambil harus dari pasien yang sudah divaksin namun masih terpapar Covid-19, pasien yang pernah terkonfirmasi Covid-19 tapi kembali terpapar, pasien berusia dibawah 40 tahun serta para pasien dengan CT value di bawah 20.
"Memang pemeriksaan genome itu membutuhkan waktu yang lama. Dari 72 sampel pasien di Kudus itu, 62 di antaranya ditemukan varian Delta," pungkas Yulianto.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya