Labora Sitorus naik ojek menyerahkan diri ke polisi
Merdeka.com - Terpidana kasus pembalakan liar dan pencucian uang, Labora Sitorus akhirnya menyerahkan diri ke Polres Sorong Kota, Senin (7/3) sekitar pukul 03.00 WIT. Sebelumnya, Labora kabur dari tahanan rumah, Jumat (4/3) .
"Iya, sudah menyerahkan diri ke Polres Sorong Kota sekitar jam 3," kata Kapolres Sorong Kota, AKBP Karimudin Ritonga saat dihubungi merdeka.com, Senin (7/3).
Karimudin mengatakan, ketika menyerahkan diri Labora diantar dengan ojek. Namun berdasarkan pengakuan Labora, dia tidak mengenal sopir yang membawanya.
"Kondisi Labora baik, dia sendiri diantar sama ojek," katanya.
Ritonga menambahkan, kini Labora sudah terbang menuju Jakarta bersama anggota Mako Brimob dan pihak Kemenkum HAM.
"Sekarang sudah naik pesawat menuju Jakarta," ujar Ritonga.
Sebelumnya, tim Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dikawal ratusan aparat Polres Sorong Kota dan Brimob Polda Papua Barat, menjemput Labora Sitorus untuk dieksekusi, dari kediaman Labora di Kelurahan Tampa Garam, Kota Sorong, ke Lapas Cipinang, Jakarta. Namun, ternyata Labora tidak ada di rumah.
"Labora Sitorus selama ini tidak di Lapas Sorong tetapi yang bersangkutan berada di rumahnya di Kelurahan Tampa Garam, Kota Sorong, dengan alasan sakit. Seharusnya Labora Sitorus kooperatif kembali ke Lapas Sorong untuk menjalankan hukumannya yang sudah berkekuatan hukum tetap," kata Kakanwil Hukum dan Hak Asasi Manusia Papua Barat Agus Purwanto, seperti, Jumat (4/3).
Terpidana kasus pembalakan liar dan pencucian uang itu diduga melarikan diri melalui jalur laut, sebelum tim eksekusi tiba di rumah Labora Sitorus.
"Pemindahan Labora Sitorus adalah keputusan Kementerian Hukum dan HAM," beber Agus.
Menurut warga di sekitar kediaman Labora di Kelurahan Tampa Garam, Kota Sorong, Labora akan bunuh diri, jika dia dipindahkan dari Lapas Sorong ke Lapas Cipinang.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya