Kutuk pelaku teror, KontraS bakar lilin di Sarinah
Merdeka.com - Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) melakukan aksi di lokasi teror bom Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (16/1) malam. Dalam aksi tersebut puluhan anggota tersebut mengutuk pelaku terorisme yang menyebabkan dua warga sipil tewas dan 26 orang luka-luka.
Pantauan di lokasi, mereka membakar seratus lebih lilin dan membagikan stiker kampanye bertuliskan 'Kami tidak takut dan menolak kekerasan'.
Bureau of Campaign and Network, KontraS, Nisrina N Rahman mengatakan, pihaknya mengutuk keras tindakan teroris itu. Namun menurutnya, bukan berarti membalas dengan tindakan yang serupa.
"Kita mengutuk terorisme, tapi buka berarti melawan terorisme dengan tindak kekerasan yang sama," ujar Nisrina.
KontraS menyatakan dukungannya pada penumpasan terorisme, namun menurutnya pemerintah sudah saatnya berubah.
"Ini tantangan bagi pemerintah, mampu gak mereka menumpas kesewenangan-wenangan dan kekerasan dalam tubuh mereka sendiri, seperti menumpas teroris di Sarinah kemarin," lanjut Nisrina.
Kekerasan, penyalahgunaan kekuasan dan wewenang tersebut, kata dia, ialah penangkapan, pembunuhan, tindak kekerasan dan penghilangan orang. Tindakan semena-mena aparat ini, terjadi dari tahun ke tahun dan sering dilupakan bahkan tak diungkap.
"Pemerintah seharusnya tidak semena-mena menangkap, mengintimidasi, bahkan menembak mati seseorang yang diduga teroris tanpa ada pembuktian kesalahan mereka," tambah Nisrina.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya