Kurikulum 2013 disetop, guru bernapas lega
Merdeka.com - Keputusan Mendikbud, Anies Baswedan untuk menyetop pelaksanaan kurikulum 2013 disyukuri para guru dan bernapas lega. Mereka menganggap, penetapan kurikulum 2013 terlalu terburu-buru dan banyak kendala.
Keluhan itu diungkap Otriyanto, pengajar di SMPN 89 Jakarta. Pria yang sehari-haroi mengajar IPA ini melihat pelaksanaan kurikulum 2013 lebih rumit, sebab indikator setiap kompetensi dasar yang sudah dipecah ke menjadi 4, kemudian dipecah kembali masing-masing menjadi lima bagian.
"Penilaian itu ada 4 indikator. Itu dilakukan pada setiap KD. Itu yang membuat sedikit berkendala dalam melaksanakannya. Bedanya dengan kurikulum KTSP 2006, yang 2013 setelah diindikator dipecah lagi," ujar Otri, sapaan Otriyanto, di SMPN 89 Jakarta, Senin (8/12).
Otri melanjutkan, kendala lain terjadi pada pengadaan sarana buku, khususnya di Jakarta, distribusi buku kerap mengalami hambatan paling telah hingga 3 bulan setelah tahun ajaran dimulai, itu pun dilakukan secara bertahap.
Guna mengantisipasi kekurangan itu, mereka menyiasatinya dengan memfotokopi buku resmi yang diperoleh dari sekolah lain.
"Sebenernya kita tetap semangat untuk ngajar dengan menggunakan buku yang difotokopi. Walaupun sedikit terkendala. untuk pelaksanaan pembelajaran bisa lah berjalan walaupun tertatih-tatih," lanjut Otri.
Guru-guru juga mengeluhkan sosialisasi kurikulum yang dinilai terlalu cepat, hanya satu minggu. Padahal dibutuhkan waktu minimal satu bulan agar sosialisasi berjalan optimal.
"Gak cukup cuma segitu. Apalagi guru SD. Bayangin, satu guru megang 8 mata pelajaran. Bapak aja yang megang satu udah kelabakan," ujar huru lainnya, Rofiq.
Untungnya dengan berbagai kendala yang dialami sekolah ketika menjalani kurikulum 2013, tidak ada protes yang dilakukan orang tua murid terhadap sekolah. Otri menduga ini karena pemberitaan di media yang cukup gencar mengenai keruwetan kurikulum 2013.
"Ada saja. Tapi karena kondisi nasional seperti ini untungnya orangtua mengerti juga. Tapi dengan kurikulum yang kacau begini, yang penting semangat mengajar kita tidak berkurang" tandas Otri. (mdk/tyo)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya