Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kurangi macet mudik, JK sarankan kartu elektronik di gerbang tol

Kurangi macet mudik, JK sarankan kartu elektronik di gerbang tol Jusuf Kalla bersaksi di sidang Jero Wacik. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Jalur pantai utara (pantura) selalu macet menjelang Lebaran Idul Fitri. Bahkan perbaikan jalan selalu dilaksanakan agar kendaraan bisa berjalan dengan lancar.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, saat ini pemerintah sudah melakukan perubahan dalam sistem perjalanan mudik. Hal itu untuk mengurangi penumpukan penumpang di stasiun, terminal dan bandara.

"Untuk jalur mudik ini begini, setiap waktu terjadi perubahan-perubahan masalah. Kalau anda ingat sampai tahun 90-an masalahnya di bus dan kereta api. Foto yang selalu anda muat foto anak-anak dimasukan kereta api lewat jendela. Atau bus yang menunggu lama orang marah-marah," kata Jusuf Kalla di Kantornya, Jakarta, Jumat (1/7).

Menurutnya, saat ini pendapatan masyarakat semakin tinggi, sehingga mereka beralih menggunakan kendaraan pribadi. Sebab, kereta api dan bus sudah tak berdesak-desakan kembali karena sudah ada aturan displin penumpang.

"Sekarang yang jadi bagian masalah kita, kita tidak bisa menolak anda tidak boleh pakai motor nanti masalahnya pindah ke bus, sama saja. Kalau tidak di sini pindah ke kereta api sama saja, lihat saja sejarahnya," jelas JK.

Selain masalah itu, kata dia, kemacetan juga berasal jalan tol yang menggunakan tiket atau karcis. Namun saat ini harus berubah menggunakan kartu elektronik untuk mempermudah masuk dan keluarnya kendaraan di gerbang jalan tol.

"Nanti masalahnya beda lagi masalahnya di pintu tol. Karena itulah musti diubah ke elektronik karena 30 detik saja proses pengambilan kartu itu kalikan sekian juta. Jadi bootle neck itu di situ, jadi memang selalu masalah baru perlu ada sistem baru teknologi baru. Tapi tahun ini diharap lebih baik sehingga tidak ada orang yang lebaran di jalan. Jauh lebih baik di banding, hampir tidak ada lagi," papar JK.

Lanjut dia, solusi yang ditawarkan pemerintah saat ini untuk menghindari kemacetan memberikan cuti yang lama. Supaya masyarakat bisa melakukan mudik dengan secara bertahap.

"Dulu juga pernah saya usulkan, dulu bertumpuk di minus 1, makanya kita kasih cuti bersama 3 hari 1 di depan 2 di belakang, jadi satu minggu, malah sekarang 9 karena ada sabtu minggu. itu kan luar biasa sehingga tidak bertumpuk, dulu orang bertumpuk. Tapi di mana pun di dunia ini sama, di China dan Amerika juga orang di airport," terang JK.

"Jadi tinggal pengaturannya saja diusahakan mereka besok mulai cuti berangsur angsur lah. Ada 4 hari, orang boleh pulang kampung sabtu, minggu, senin, selasa 4 hari. Kalau sekian puluh juta terbagi 5 saja karena pasti ada yang lebih dulu saya harap tahun ini lebih aman," tandasnya.

(mdk/sho)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP