Kurang radar, TNI AU sebut 5 wilayah udara mudah disusupi asing
Merdeka.com - Pesawat asing kerapkali melanggar wilayah udara Indonesia. Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional, Marsekal Muda Hadiyan Sumintaatmadja, mengatakan, sedikitnya ada lima wilayah ruang udara Indonesia rawan dilanggar pesawat asing.
"Yang rawan itu wilayah Indonesia tengah dan timur, seperti Kalimantan, Maluku Utara, Maluku Selatan, Papua, tapi ada juga Sumatera Barat. Kohanudnas masih kekurangan 12 radar yang seharusnya diletakkan di daerah tersebut," ujarnya di Dermaga Indah Kiat Cilegon, Banten, Senin (5/10).
Untuk menanggulangi kurangnya radar, Kohanudnas pun terpaksa mengintegrasikan radar mereka dengan sistem yang dimiliki Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Meski demikian, kata dia, langkah tersebut tidak optimal mendeteksi pelanggaran ruang udara karena perbedaan jenis radar yang dioperasionalkan institusinya dan radar Ditjen Perhubungan Udara.
"Pesawat militer asing yang masuk ke ruang udara kita tidak mungkin menyalakan transponder sehingga radar secondary milik Perhubungan Udara tidak dapat mendeteksi keberadaan mereka," ucapnya.
Menurut data Kohanudnas, pelanggaran udara di seluruh ruang udara Indonesia sebenarnya tidaklah berbeda. Hadiyan mencontohkan, pelanggaran wilayah udara Indonesia di sekitar Kepulauan Riau setiap harinya dapat mencapai tiga kasus.
Kohanudnas menargetkan 32 radar terpasang di seluruh wilayah udara Indonesia. Namun hingga saat ini, lembaga yang berada di bawah komando Markas Besar TNI ini baru memiliki 20 radar.
Pada upacara perayaan hari TNI ke-70, pagi tadi, Presiden Joko Widodo berharap institusi militer Indonesia mampu menjaga wilayah perbatasan dan pulau-pulau terdepan. Jokowi yakin, target yang dibebankan kepada TNI itu merupakan dua hal yang menjadi syarat tentara negara yang disegani dunia internasional.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya