Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kurang personel, Sutarman ajak wartawan jadi intelijen polisi

Kurang personel, Sutarman ajak wartawan jadi intelijen polisi Kapolri Jenderal Sutarman. ©2013 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Kapolri Jenderal Pol Sutarman mengakui hingga saat ini masih kekurangan anggota intelijen di beberapa daerah Indonesia. Kondisi itu dikatakannya dapat menghambat kinerja polisi saat mengungkap suatu kasus.

Kekurangan intelijen Polri disebabkan terbatasnya jumlah personel yang tersebar di beberapa wilayah. Sutarman justru menginstruksikan intelijennya untuk menggandeng awak media agar ikut berpartisipasi pencarian informasi penting bagi intelijen.

"Tidak semua wilayah itu memiliki intelijen. Oleh karena itu di dalam amanat yang disampaikan, agar intelijen itu memiliki jaringan di setiap daerah. Termasuk teman-teman media bisa dijadikan jaringan intelijen, sehingga dia bisa berikan informasi dan intelijen kita, menyampaikan ke kita," kata Sutarman di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (3/2).

Menurut Sutarman , tugas intelijen Polri merupakan tugas yang sangat penting. Sebab jika intelijen sudah memiliki informasi, Sutarman menganalogikan bahwa Polri bisa memenangkan peperangan.

"Kalau info jauh hari sudah kita kuasai maka kita juga bisa lakukan langkah preventif maupun penegakan hukum," ujarnya.

Sutarman menambahkan, seharusnya seseorang yang bekerja menjadi intelijen haruslah bertanggung jawab kepada seluruh informasi yang dicari. Jika ada informasi yang tidak bisa didapat berarti dia merupakan intelijen kecolongan.

"Intelijen Polri fungsinya meng-counter informasi sampai dengan counter intelijen, mengumpulkan info-info di daerah. Kalau intelijen enggak ngerti masalah dan terjadi masalah itu namanya intelijen kecolongan," imbuh jenderal bintang empat ini.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP