Kunjungi Kampus UGM, Presiden Singapura Bicara Ekonomi Digital dan Perdamaian
Merdeka.com - Presiden Singapura, Halimah Yacob melakukan sejumlah kunjungan kerja ke wilayah DIY. Halimah sempat berkunjung ke Keraton Yogyakarta pada Rabu (5/2) kemarin.
Pada kunjungannya hari kedua di DIY, Halimah berkunjung ke kampus Universitas Gadjah Mada, Kamis (6/2). Halimah hadir dalam acara bertajuk 'Singapore and Indonesia: Strengthening Bridges and Progressing Together'. Acara ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa UGM dari berbagai fakultas.
Halimah mengatakan Indonesia dan Singapura memiliki hubungan baik yang telah terjalin sejak lama. Hubungan baik ini menurut Halimah harus dipertahankan guna menghadapi berbagai tantangan bersama di masa mendatang.
"Sudah banyak hal yang dicapai melalui kerja sama selama ini. Saya mendorong kalian untuk melanjutkan hal ini di tahun-tahun mendatang demi keuntungan bersama jangka panjang," terang Halimah.
Di awal diskusi, Halimah memaparkan berbagai kolaborasi yang telah dilakukan Singapura dengan pemerintah ataupun lembaga lainnya di Indonesia yang menurutnya telah menunjukkan hasil yang sangat positif.
Halimah menerangkan perlu ada kerjasama yang harus dieksplor lebih lanjut yaitu terkait ekonomi digital. Sebagai generasi yang melek teknologi, para mahasiswa menurutnya memiliki kesempatan yang besar unuk memanfaatkan teknologi untuk kemajuan di berbagai bidang.
Halimah mengharapkan akan ada kerja sama yang lebih khusus di bidang teknologi finansial, e-commerce, artificial intelligence, serta layanan big data.
"Ada sinergi yang natural dan banyak area di mana kita bisa saling belajar dari satu sama lain. Saya percaya kerja sama antara Singapura dan Indonesia bersifat win-win dan kita bisa sama-sama mendapatkan keuntungan darinya," kata Halimah.
Pada kesempatan ini, ia juga merespons berbagai pertanyaan yang dilontarkan oleh mahasiswa terkait hubungan Indonesia dan Singapura maupun hal-hal positif dari Singapura yang dapat dijadikan contoh bagi Indonesia. Salah satu pertanyaan yang muncul adalah terkait upaya Singapura dalam mewujudkan perdamaian di tengah masyarakat yang sangat beragam.
Halimah memaparkan bahwa persatuan diperoleh melalui proses yang panjang dan sulit. Salah satu pendukung dalam proses tersebut menurutnya adalah keberadaan platform berupa organisasi lintas agama dan lintas ras, baik di tingkat nasional maupun dalam lingkup yang lebih kecil.
Perdamaian, sambung Halimah bisa dipupuk ketika setiap individu yang berbeda bisa menyadari suatu kepentingan bersama yang mereka miliki dan mau berupaya untuk mencapai hal tersebut.
"Jangan fokus pada perbedaan atau konflik, tapi fokuslah pada persamaan. Kita sama-sama umat manusia, sama-sama membutuhkan pendidikan, pekerjaan dan lainnya, dan itu tidak mungkin bisa didapatkan tanpa adanya perdamaian," papar Halimah.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya