Kunjungi Kalsel, Menko Muhadjir Akui Ada Kelangkaan Obat Terapi Covid
Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, menemukan kelangkaan obat yang digunakan dalam menangani pasien Covid-19. Kelangkaan itu tidak hanya di satu dua daerah, melainkan skala nasional.
"Masalah obat ini nanti saya diskusikan dengan Pak Menkes. Untuk pengadaan obat-obat tertentu terutama yang bergejala berat dan kritis, termasuk jarang di sini (Kalsel) obatnya. Dan ini persoalan nasional karena obat-obat ini masih impor," ujar Muhajir dalam keterangan pers diterima, Kamis (5/8).
Muhadjir sebelumnya mengunjungi RSUD Ulin Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Rabu kemarin. Menurutnya, obat antiviral paling penting dan harus dijamin ketersediaannya tidak hanya di rumah sakit tapi di tempat seperti puskesmas.
"Ketersediaan obat antiviral tidak boleh hanya ada di RS, melainkan harus tersedia di tingkat bawah yakni puskesmas," jelas Muhadjir.
Melihat angka kematian Covid-19, sambung Muhadjir, kelangkaan obat-obat terapi Covid sifatnya juga sudah sangat mendesak. Karena kondisi tersebut, Muhadjir meminta masyarakat tidak ada yang menyepelekan Covid-19.
"Inilah pentingnya juga memberikan edukasi dan pengetahuan kepada masyarakat. Covid-19 ini jangan ditunda-tunda, jangan kemudian ditahan-tahan, harus lapor kemudian dibawa ke RS. Akan tetapi, memang sebaiknya kalau masih OTG jangan keburu-buru dibawa ke RS, lapor dulu ke puskesmas," terangnya.
Reporter: M Radityo
Sumber: Liputan6.com
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya