Merdeka.com tersedia di Google Play


Kuliah di Trisakti, 'anak jenderal' diberi mobil dan apartemen

Reporter : Henny Rachma Sari | Rabu, 31 Juli 2013 12:58


Kuliah di Trisakti, 'anak jenderal' diberi mobil dan apartemen
Ngaku anak jenderal, Honda Jazz serobot jalur TransJakarta. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Kelakuan Febri Suhartoni (18) dikecam semua orang. Pengemudi Honda Jazz ini mengaku anak jenderal dan memaksa petugas transjakarta membuka palang lintasan busway.

Ternyata Febri bukan anak jenderal. Ayahnya Devi Suhartoni (43) seorang petani karet yang sukses di Kalimantan. Febri dikuliahkan ayahnya di Fakultas ekonomi Universitas Trisakti.

Febri tergolong mahasiswa berada. Untuk kuliah, ayahnya memberi sebuah mobil Honda Jazz. Febri pun tak perlu tinggal di kos sempit. Dia tinggal di sebuah apartemen di bilangan Kelapa Gading.

"Febry tinggal di apartemen kelapa gading, ada yang jaga," kata Devi Suhartoni di Mapolda Metro Jaya, Rabu (31/7).

Menurut Devi, Febri tinggal di Jakarta sejak tahun 2010. Menurutnya, saat itu Febri sedang mengikuti perkuliahan semester pendek. Mungkin karena terjebak macet dan harus ke kampus, Febri nekat menerobos jalur busway.

"Saya malu sekali. Dia bukan anak jenderal. Itu anak saya," kata Devi.

[ian]


Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anak Jenderal Palsu, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anak Jenderal Palsu.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup






Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Smartphone dan ponsel dengan harga jual di atas Rp 100 juta
  • Ikut kampanye PKS, PNS dihukum 2 bulan penjara
  • APBD DKI Jakarta belum cair pembongkaran villa di Bogor tertunda
  • SDA tak masalah dilengserkan lebih cepat dari ketua umum PPP
  • Ditunggu sampai tutup, PKB dan PBB tak lapor dana kampanye
  • Modal kampanye Rp 300 juta, Aceng Fikri melenggang ke Senayan
  • Robert pasang badan demi amankan duit Budi Sampoerna di Century
  • Ahok: Konyol, bus iklan Win-HT tak bayar pajak
  • PKB klaim dapat 20 kursi di DPRD Jatim, PDIP cuma 17 kursi
  • Waspada, ini ciri-ciri paedofil
  • SHOW MORE