Kulam, pelet manjur dari Filipina

Reporter : Pandasurya Wijaya | Minggu, 7 April 2013 17:19




Kulam, pelet manjur dari Filipina
santet. ©shutterstock.com

Merdeka.com - Sejarah telah mencatat sejumlah peristiwa yang mengingatkan publik pada ungkapan "ketika cinta ditolak, dukun bertindak". Belakangan ini media massa, baik cetak maupun elektronik, ramai memberitakan kasus terkait dukun Eyang Subur yang dikabarkan mampu memenuhi permintaan pasiennya.

Sejumlah warga biasa sampai artis dan tokoh penting ada yang rela megikuti saran dukun atau "orang pintar" untuk mendapatkan keinginannya dari mulai soal jodoh, percintaan, harta, atau kekuasaan.

Tak hanya di Indonesia saja, di belahan dunia lain pun ada fenomena serupa. Di Afrika, kita mengenal tradisi Voodoo, ilmu sihir hitam yang banyak digunakan oleh dukun-dukun di sana untuk memperdaya korbannya melalui perantara boneka.

Ternyata di Filipina pun ada ilmu serupa yang disebut Kulam. Ilmu tenung Kulam bertujuan memperdaya orang dengan perantara medium boneka, seperti dilansir dari situs tribune.net.ph akhir bulan lalu.

Efek kulam, selain menggunakan boneka juga diperkuat dengan potongan rambut, ludah, atau tetesan darah calon korban. Orang yang menguasai ilmu Kulam disebut Mangkukulam - biasanya dukun perempuan, dan korbannya disebut Kinukulam.

Menurut teori yang berkembang, bisa jadi kulam sudah ada sejak kepercayaan pagan berkembang luas di Asia Tenggara ribuan tahun lalu. Pada awalnya, dukun-dukun ini menggunakan ilmu sihir mereka untuk menyembuhkan penyakit atau menjaga orang dari pengaruh jahat.

Dalam buku "Kulam" oleh Tony Perez dijelaskan awal praktik kulam ditujukan untuk kebaikan. Mulai dari doa keberuntungan, melindungi orang-orang tercinta, atau bisa juga dipakai sebagai 'ilmu pelet' atas orang yang ditaksir.

Kulam juga dipakai untuk menyembuhkan penyakit. Seperti yang terjadi di masyarakat kuno ketika ilmu kedokteran belum berkembang dan masih percaya pada dukun. Seorang mangkukulam akan membuat ramuan dari dedaunan yang dimasukkan ke air mendidih, lalu mengucapkan mantra "Kulam yan!" dan "May naiinggit sa 'yo!".

Ketika misionaris Kristen masuk ke Filipina, biarawan Spanyol ini memaksakan agama harus dipeluk oleh penduduk di daerah jajahan. Yang melawan disebut kafir. Hal ini menimbulkan perlawanan, dan besar kemungkinan kulam sebagai sihir yang mencelakakan orang mulai muncul. Walau masih tak jelas, apakah praktik voodoo ini (menggunakan medium boneka dan helai rambut korban) dibawa oleh orang Eropa atau berasal dari Filipina.

Secara umum, praktik serupa voodoo ini disebut kulam. Walau sebenarnya ada perbedaan antara sihir jahat dan sihir baik. Praktik yang menolong orang disebut kulam, sementara penyimpangan dari kulam dengan tujuan jahat atau menenung orang disebut Barang.

Seorang mangkukulam yang mengadakan ritual tenung mengawalinya dengan mengikatkan tali di tubuh boneka ke kain hitam. Lalu mulailah menyebut mantra. Tali yang terikat tadi melambangkan kekuasaan sang dukun pada korban, sehingga semua gerakan yang dilakukan pada boneka akan dirasakan korban. Termasuk juga penusukkan jarum, menenggelamkan kepala boneka ke bawah air, membakar, dan lain-lain.

Hanya ada dua cara yang bisa menghentikan kulam ini, yaitu memutuskan tali pada boneka atau membunuh sang dukun.

Baca juga:
Menguak tabir ilmu pelet
Dukung pasal santet, MUI bingung cara menghukum pelakunya
Jelang pemilu, ilmu pelet banyak disalahgunakan
Kata warga tentang ilmu pelet
Mudahnya belajar ilmu pelet
Pelet dalam masyarakat, dalam Islam ada mahabbah
Celana dalam bekas pun bisa untuk menggaet cinta

[war]

KUMPULAN BERITA
# Mistis

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER

LATEST UPDATE
  • Seleksi pimpinan BPK oleh Komisi XI DPR diduga cacat hukum
  • Jurnalis India sebut presiden China bernama Sebelas Jinping
  • Pinang sang pacar, Aden Bajaj harus lulus baca Al Quran
  • Ini kronologi Lamborghini milik Tanto tabrak pembatas Tol Joglo
  • Ini harus dilakukan Jokowi bebaskan RI dari kepungan krisis
  • Sutrisno Bachir pilih jadi penasihat pemerintah daripada menteri
  • Video lelaki India pakai turban sambil kendarai motor
  • Menengok gedung tua pertunjukan wayang orang Bharata Purwa
  • Diisukan hadir bulan depan, Android L tiru fitur iOS 8?
  • Lamborghini hijau hancur usai tabrak pembatas Tol Joglo Jakbar
  • SHOW MORE