Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kubu Rizieq Syihab Janji Buktikan Kerumunan Megamendung Terjadi Secara Spontanitas

Kubu Rizieq Syihab Janji Buktikan Kerumunan Megamendung Terjadi Secara Spontanitas Simpatisan FPI memadati kawasan Simpang Gadog. ©2020 Liputan6.com/Ady Anugrahadi

Merdeka.com - Kuasa Hukum Rizieq Syihab, Sugito Atmo menyampaikan tidak ada skenario yang direncanakan pada peletakan batu pertama dalam rangkaian pembangunan masjid di Pondok Pesantren Agrikultural Markaz Syariah, Megamendung. Semua itu terjadi secara spontanitas.

"Tidak ada skenario untuk pelaksanaan teratur. Semuanya spontanitas," ucap Sugito ketika dijumpai wartawan usai persidangan, Senin (19/4).

Bahkan pada persidangan lanjutan nanti, Sugito menegaskan akan membuktikan rangkaian kerumunan masyarakat baik yang di Gadog hingga Desa Kuta atau lokasi pondok pesantren murni terjadi spontanitas.

"Kita akan mengkonfirmasi kejadian itu yang terjadi di pondok pesantren di pimpinan saat itu," tuturnya.

Terlebih, Sugito menjelaskan berdasarkan keterangan di persidangan yang digali majelis hakim bahwa dalam agenda internal tersebut, tidak perlu ada izin. Pasalnya, tidak ada pihak luar yang diundang dan bukanlah acara besar.

"Dan tadi ada penegasan dari pihak hakim. Kalau acara internal tidak perlu izin. Perlu izin itu kalau mengundang pihak luar, karena terkait dengan Covid-19," ujarnya.

Sebelumnya, para saksi menyebut kalau kerumunan masyarakat yang terjadi di simpang Gadog Puncak, Bogor sampai jejeran orang yang ada hingga pondok pesantren Markaz Syariah terjadi, secara spontan. Hal itu ditunjukan sebagaimana perkara kerumunan atas terdakwa Rizieq Syihab di Megamendung.

Hal itu bermula ketika, terdakwa Rizieq Syihab bertanya kepada para saksi Kabid Penertiban Umum Satpol PP Kabupaten Bogor Teguh Sugiarto yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, pada Senin (19/4).

"Pak Teguh ini jadi sebenarnya diatur-atur Panitia atau mereka sepontan?" kata Rizieq saat bertanya kepada Teguh.

"Jadi kalau sepengetahuan saya, yang saya lihat di gadog mereka ini datang spontan dari mana-mana. Ada yang pelat nomornya A, B, T ya mereka hetegoren. Kebanyakan naik motor, dan jalan kaki," jawab Teguh.

Senada dengan Teguh, Kasie Trantib Satpol PP Bogor Iwan relawan dan Camat Megamendung Hendi Rismawan yang hadir pada saat kejadian itu pun kembali mengucapkan kalau kerumunan itu terjadi secara spontan.

"Itu penting sekali karena tadi kalau tidak spontan artinya ada penanggung jawab ada panitia ada yang bertanggung jawab. Tapi kalau spontan tidak bisa dicari-carikan kambing hitam," tegas Rizieq.

Tidak berhenti di situ, Habib Rizieq kembali mengkonfirmasi kepada Teguh selaku pejabat Satpol PP yang hadir dilokasi, kalau motif masyarakat berkerumun di Gadog hingga sepanjang jalan menuju pondok pesantren di desa Kuta.

"Pak teguh hadir? Anda lihat langsung masyarakat datang itu mereka datang untuk menyambut saya atau mendemo saya?" tanya Rizieq.

"Menyambut Bib," jawab Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridhallah

"Bagaimana Pak Camat?" tanya Rizieq.

"Sama," singkat Hendi.

"Laporan yang sampai ke Pak Kasatpol PP utuk mendemo demo atau menyambut?" Rizieq kembali bertanya ke saksi Teguh.

"Nyambut Bib," jawab Teguh.

Sebagaimana diketahui bahwa dalam perkara nomor 226/Pid.B/2021/PN.Jkt Tim terkait kerumunan di Megamendung, Rizieq Syihab didakwa Pasal 93 UU nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan jo pasal 14 ayat (1) UU nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular jo 216 ayat 1 KUHP.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP