Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kubu Moeldoko Tawari AHY Maju Lagi di Pilgub DKI

Kubu Moeldoko Tawari AHY Maju Lagi di Pilgub DKI AHY Tanggapi Keputusan Menkumham yang Tidak Akui Kepengurusan Kubu Moeldoko. ©2021 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Juru Bicara Partai Demokrat KLB Deli Serdang Muhammad Rahmad membalas pernyataan politikus Demokrat Rachland Nashidik soal menawarkan Moeldoko sebagai calon gubernur DKI Jakarta. Rahmad mengatakan, pihaknya justru mengusulkan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) maju lagi sebagai cagub DKI pada pemilihan berikutnya.

"DPP Partai Demokrat Pimpinan Pak Moeldoko justru berniat mengusulkan AHY utk kali kedua sbg calon Gubernur DKI Jakarta," kata Rahmad kepada wartawan, Minggu (4/4).

AHY diketahui pernah berlaga di Pilgub DKI 2017. Menurut Rahmad, AHY terlihat serius maju untuk menjadi DKI 1 dengan berhenti dari karirnya di militer.

"Kami melihat, AHY sangat serius untuk melanjutkan karirnya yang terhenti tiba tiba di militer. Tentunya keputusan SBY yang meminta AHY berhenti dari militer dengan pangkat mayor adalah pertimbangan AHY yang akan diusung menjadi Gubernur DKI," katanya.

Lebih lanjut, Rahmad bilang kalau AHY tak menghitung akan menang, maka tidak akan mau mundur dari militer.

"Coret coretannya tentu waktu itu menang. Kalau coret-coretannya kalah, tentu tak mau mundur dari karir militer. Adik kelas AHY saja sekarang sudah berpangkat Letnan Kolonel di TNI. Karena AHY dan SBY serius melanjutkan karir AHY, maka dengan pertimbangan yang bijaksana, Pak Moeldoko siap menyalurkan kembali hasrat AHY dan SBY itu untuk maju kali kedua sebagai calon Gubernur DKI," kata Rahmad.

Namun, perlu diuji apakah elektabilitas AHY mampu bisa mengalahkan gubernur petahana Anies Baswedan atau tidak.

"Tentu perlu diuji apakah tingkat popularitas dan elektabilitas AHY sudah bisa mengalahkan Anies Baswedan," kata Rahmad.

Sementara itu, Rahmad bilang, Moeldoko memimpin partai Demokrat hasil KLB bukan orientasi kekuasaan. Tetapi demi menyelamatkan partai di 2024.

"Pak Moeldoko memimpin partai demokrat, orientasinya bukan kekuasaan. Orientasi Pak Moeldoko adalah menyelamatkan Demokrasi, menyelamatkan Indonesia Emas 2024. Karena itu, Pak Moeldoko memposisikan dirinya saat ini sebagaimana halnya Prof Subur Budi Santoso, Ketum Demokrat Periode 1 dan Hadi Utomo, Ketum Demokrat Periode 2 membesarkan Partai," pungkasnya.

Sebelumnya, Partai Demokrat menyatakan terbuka jika Kepala Staf Kepresidenan itu mau bergabung menjadi kader di bawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono.

"Demokrat akan menerima dengan tangan terbuka bila KSP Moeldoko berkeinginan menjadi anggota Partai pimpinan Agus Yudhoyono," kata Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Demokrat, Rachland Nashidik seperti dikutip dari akun twitter pribadinya, @RachlanNashidik, Kamis (1/4).

Rachland juga menyebut Demokrat akan membantu Moeldoko bila berhasrat maju di Pilkada DKI Jakarta tahun 2024 mendatang.

"Ketua Bapilu @Andiarief__ akan membantunya bila ia ingin maju berkompetisi secara sehat menjadi Cagub DKI dalam pilkada mendatang. You are warmly welcome," kata Rachland.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP