Kubu Ahok sebut reklamasi solusi dari banjir dan air beracun
Merdeka.com - Tim Pemenangan pasangan calon nomor dua Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat menilai, reklamasi di pantai utara Jakarta merupakan solusi, bukan petaka. Karena kondisi alam di lokasi yang akan dijadikan pulau sudah tercemar.
Juru Bicara Tim Pemenangan Basuki-Djarot, Emmy Hafild mengatakan, salah satu cara untuk menyelamatkan kawasan utara Jakarta adalah dengan reklamasi. Karena pencemaran teluk Jakarta sudah tinggi sejak lama, bahkan 1982, Walhi pernah mengangkat pencemaran terkait merkuri.
"Saat ini enggak ada (solusi lain) opsinya pantai utara ditinggalkan, tanah sudah di bawah 1,5 meter. Penduduk pantura terancam tiga bencana air rob, bencana banjir, pencemaran air beracun. Reklamasi ini buat pemukiman baru untuk terhindar dari bencana itu semua semua," katanya di Rumah Pemenangan Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/3).
Dia mengungkapkan, pasangan petahana berencana akan membuat kawasan pemukiman baru untuk para nelayan di kawasan Muara Angke. Di sana, nelayan akan diizinkan menyewa rusun sehingga nantinya dekat dengan dermaga.
"Reklamasi diperlukan agar ada dana untuk menata kampung nelayan Muara Angke, Kamal Muara, Pak Basuki menginginkan ada kampung nelayan yang layak huni serta menjadi pusat perikanan modern terbesar di Asia Tenggara," terangnya.
Emmy menjelaskan, sejak proyek reklamasi dikerjakan, banyak perubahan dan manfaat yang diberikan kepada seluruh masyarakat. Bahkan, dia menilai jika reklamasi itu terus dilaksanakan, bisa meminimalisir bencana akibat naiknya permukaan air laut di kawasan tersebut.
"Selama dua dekade, permukaan tanah di wilayah tersebut juga mengalami penurunan akibat abrasi hingga mencapai 1,5 meter di bawah permukaan tanah. Bahkan tahun 2025 diperkirakan pantai utara Jakarta berada 2,5 meter dari permukaan laut," tutupnya.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya