Kuasa hukum sesalkan BNPT & Densus 88 lambat beri izin cek kesehatan Ba'asyir
Merdeka.com - Kuasa hukum terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir, Guntur Fatahillah menyesalkan pihak yang mempersulit pengobatan kliennya. Dia menceritakan, saat itu Ba'asyir bersurat untuk menjalani cek kesehatan, namun izinnya diperlambat oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Densus 88.
"Kalau realita yang harusnya di bulan November (cek kesehatan), atau dilaksanakan setelah tanggal 20 oktober. (tapi) kan gak dilaksanakan bulan November itu, oke. Lalu November kita bersurat kepada BNPT," katanya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (8/3).
"Halo BNPT ustaz jadwalnya harus periksa nih, alasannya (BNPT) apa? Oh pejabatnya lagi keluar bla bla bla dan sebagainya. Gak ada pejabat untuk menandatangani, memberikan restu atau izin kaya gitu. Aneh bin ajaib, lalu siapa yang berada di BNPT itu? Siapa yang berkantor di sana itu,"? tambahnya.
Akibatnya, Guntur mengatakan, saat Ba'asyir cek kesehatan pada Kamis (1/3) pekan lalu pembengkakan kaki yang dideranya semakin parah. Dia menyayangkan sikap BNPT dan Densus 88 saat itu.
"Akibat kesalahan siapa? siapa yang enggak kasih izin? Ya rekan rekan atau mungkin masyarakat bisa lebih cerdas lah. Bukan kesalahan ustaz. Ustaz mau berobat kok, kecuali ustaz nya enggak mau diajak berobat. Beda hal, ustaz-nya mau diajak berobat. Tapi siapa yang menghalangi? BNPT dan Densus itu," ujarnya.
Guntur juga menyinggung soal pemindahan lapas dari Gunung Sindur, Bogor ke daerah Jawa Tengah. Dia menilai, mestinya pemerintah bersikap arif dan bijaksana yang baiknya menjadi tahanan rumah saja.
Dia juga mengingatkan, usia Ba'asyir yang 80 tahun. Guntur khawatir perjalanan yang jauh memengaruhi kondisi kesehatan ustaz.
"Paksain dia pindahin ke tempat lain terjadi apa apa dalam perjalanan siapa yang tanggung jawab. Dalam perjalanan nya terjadi apa apa siapa yang tanggung jawab kemudian dia meninggal. Itu aja tolonglah lebih arif dan bijak menyikapinya, ini orang tua kalo gak mau jangan dipaksain," tutupnya.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya