Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

KTT G20 di Bali, Jokowi Harap Bisa Tunjukan Indonesia Mampu Mengendalikan Covid-19

KTT G20 di Bali, Jokowi Harap Bisa Tunjukan Indonesia Mampu Mengendalikan Covid-19 Presiden Joko Widodo. YouTube @Sekretariat Presiden ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Indonesia akan menjadi tuan rumah acara KTT G20 di Bali pada 2022. Presiden Joko Widodo(Jokowi) berharap dengan digelarnya agenda tersebut dapat menunjukan bahwa Tanah Air bisa mengendalikan pandemi Covid1-19.

"Kita harus dapat memanfaatkan pelaksanaan KTT G20 ini sebagai showcase mengenai kemampuan negara kita Indonesia dalam mengendalikan pandemi covid-19, baik dari sisi kesehatan maupun sisi ekonomi," kata Jokowi usai meninjau venue G20 di Bali, Jumat (8/10).

Tidak hanya itu, Jokowi juga ingin memamerkan kemajuan-kemajuan Indonesia. Serta memperlihatkan kekayaan budaya bangsa yang majemuk dan sangat beragam.

"Sekaligus kita ingin menunjukan leadership Indonesia dalam presidensi G20 nantinya," ujar dia.

Sebelumnya diketahui Indonesia akan menjadi tuan rumah acara Presidensi G20 pada tahun 2022. Nantinya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi akkan menerima tongkat estafet di Roma, Italia.

"Bapak Presiden Bapak Joko Widodo akan menghadiri penutupan KTT G20 di Roma pada tanggal 30-31 Oktober mendatang dan di sana Bapak Presiden akan menerima secara resmi penyerahan tongkat estafet Presidensi G20 dari PM Italia kepada Presiden Republik Indonesia," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers secara daring, Selasa 14 September 2021.

Indonesia telah menyiapkan 5 pilar prioritas agenda yang akan diperjuangkan di KTT G20 yakni pertama peningkatan produktivitas untuk pemulihan atau promoting productivity, kedua yakni increasing resiliency and stability atau membangun ekonomi dunia yang tangguh pascapandemi, ketiga ensuring sustainabilty and inclusive growth atau menjamin pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

"Lalu enabling environment and partnership, ini menciptakan lingkungan kondusif dan kemitraan dengan pemangku kepentingan serta forging a stronger collective global leadership ini adalah kepemimpinan kolektif global untuk memperkuat solidaritas," jelas Airlangga.

Beberapa rangkaian perhelatan KTT G20 yang telah dipersiapkan Indonesia antara lain 150 pertemuan dengan beberapa perhelatan sepanjang tahun dari tanggal 1 Desember 2021 hingga 30 November 2022.

Pertemuan tersebut berbentuk kelompok kerja (working group) yang akan dihadiri oleh deputi, menteri hingga kepala negara dan pemerintahan.Reporter: Lizsa Egeham

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP