KSP Soal Peretasan Novel Baswedan Cs: Masyarakat Sipil Berhak Kritik Pemerintah
Merdeka.com - Deputi V Kantor Staf Presiden, Jaleswari Pramodhawardani mengaku mendapat laporan dari sejumlah aktivis masyarakat sipil dan beberapa tokoh masyarakat yang menerima teror usai data pribadi diretas.
"Mereka mengalami peretasan atas nomor kontak pribadi dan akun media sosialnya, serta mendapat panggilan telepon bertubi-tubi dari nomor yang tidak dikenal," tulis Jaleswari dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (22/5).
Jaleswari menambahkan, teror diterima oleh sejumlah aktivis masyarakat sipil dan beberapa tokoh masyarakat itu terjadi di berbagai kesempatan yang berbeda. Selain itu, wanita karib disapa Dhani ini juga mengaku mendapat laporan kebocoran informasi secara bersamaan.
"Jadi terdapat informasi terjadinya kebocoran data penduduk yang diperjualbelikan di dunia maya," imbuh dia.
Jaleswari mendesak aparat segera menangani masalah ini agar tidak kembali terulang. Menurut dia, peretasan khususnya oleh aktivis dan masyarakat sipil tidak dibenarkan terlebih saat mereka memberikan kritik terhadap pemerintah.
"Ini suatu hal yang meresahkan dan memprihatinkan. Masyarakat sipil berhak memberikan masukan dan kritik kepada pemerintah serta melakukan edukasi publik," dia memungkasi.
Sebelumnya, sejumlah aktivis dan masyarakat sipil mengaku diretas aku sosial medianya. Seperti Novel Baswedan dan Febri Diansyah.
Kedua orang pegiat antikorupsi tersebut diduga diserang orang tak bertanggungjawab akibat memperjuangkan nasib 75 pegawai yang dinonaktifkan dari KPK.
Reporter: M Radityo
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya