Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

KSP: NU Bisa Menjadi Penyuluh Ruh Kebangsaan

KSP: NU Bisa Menjadi Penyuluh Ruh Kebangsaan Tenaga Ahli KSP Rumadi Akhmad. Supriatin

Merdeka.com - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Rumadi Akhmad mengatakan Indonesia beruntung memiliki organisasi Islam Nahdlatul Ulama (NU). NU dinilai mampu menjadi jangkar kehidupan keagamaan (mas'uliyah diniyah) dan kehidupan kebangsaan (mas'uliyah wathaniyah).

"Bangsa Indonesia sangat beruntung diberi anugerah berupa organisasi NU yang bisa menjadi penyuluh ruh kebangsaan kita," kata Rumadi di gedung Bina Graha, Jakarta, Senin (31/1).

Rumadi menyebut, NU selama ini sangat kontributif memperkuat agenda-agenda pembangunan. Terutama terkait dengan kesehatan, pendidikan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Menurut Rumadi, pemerintah merasakan kiprah NU yang terus mengawal kebangsaan, toleransi, kemajemukan, dan NKRI. "Atas dasar itu, pemerintah akan terus bekerja sama dengan NU untuk menjalankan agenda-agenda pembangunan ke depan," ujar dia.

NU Punya Kekuatan Besar

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya mengatakan bahwa NU memiliki kekuatan sangat besar. Kekuatan ini terlihat dari jumlah warga NU yang tercatat lebih dari separuh umat Muslim di Indonesia. NU juga memiliki jaringan organisasi sangat lengkap yang tersebar di seluruh pelosok negeri dan luar negeri.

"NU merupakan potensi bangsa yang sangat besar," kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara Pengukuhan Pengurus Besar NU (PBNU) Masa Khidmat 2022-2027 dan Harlah Ke-96 NU di Sport and Convention Center, Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (31/1).

Menurut Jokowi, NU memiliki kader muda yang banyak dan tersebar dalam beragam profesi. Para cendikiawan, profesional, wirausaha, hingga teknolog juga banyak ditemukan di NU.

"Ini akan membuat NU semakin memberikan warna dalam dunia baru yang semakin berubah," ujarnya.

Mantan Wali Kota Solo ini menyebut, NU memiliki pengurus dan badan otonom di seluruh provinsi, hingga tingkat kelurahan serta desa. Di luar negeri, diaspora NU berkembang sangat pesat dengan cabang istimewa telah tersebar pada lebih dari 100 negara di dunia.

Jika jaringan organisasi ini digerakkan dan dikonsolidasikan untuk menggulirkan agenda agenda strategis nasional, maka akan menjadi kekuatan besar yang sangat potensial untuk mempercepat menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa dan kemanusiaan.

"Semua potensi itu perlu dijahit, perlu dirajut dalam rumah besar NU sehingga NU bisa makin berperan dalam kemandirian dan kemajuan bangsa. Semakin berperan dalam dunia yang penuh perubahan dan disrupsi, dalam dunia yang semakin diwarnai oleh ilmu pengetahuan dan teknologi," kata Jokowi.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP