KSP Diminta Berperan Memastikan Program Penurunan Stunting Sesuai Arahan Presiden
Merdeka.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyampaikan Presiden Joko Widodo menginstruksikan untuk menurunkan angka prevalensi anak yang lahir kerdil (stunting) turun sebanyak tiga persen di tahun depan untuk mencapai target 14 persen pada tahun 2024.
Moeldoko menyebutkan beberapa rekomendasi untuk penurunan stunting secara nasional. Di antaranya, perlunya dukungan pemerintah pusat berupa pendampingan teknis, barang, dan dana setidaknya untuk 3 provinsi dengan stunting tertinggi, yakni NTT, Sulbar, dan Aceh.
"KSP juga harus mendorong program prioritas nasional sesuai dengan visi dan misi Presiden, termasuk dalam hal ini memastikan agar program penurunan angka stunting pada tahun 2024 bisa mencapai 14 persen," kata Novadi Jakarta, Rabu (12/1).
Program percepatan penurunan stunting akan dilakukan secara terpadu, yakni di bawah tanggung jawab Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan BKKBN, dengan anggaran belanja sebesar Rp50 triliun. Percepatan penurunan stunting ini juga melibatkan 19 kementerian/lembaga tetapi hal tersebut dianggap tidak efektif, sebab itu diminta untuk disederhanakan.
"Untuk itu, Moeldoko yang memiliki peran besar dalam menjembatani lintas kementerian/lembaga telah memberikan peran signifikan bagi kelancaran program pemerintahan saat ini," jelas dia.
Sebagai informasi, berdasarkan hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tingkat nasional, tahun 2021 angka stunting secara nasional turun sebesar 3,3 persen per tahun, yakni dari 27,7 persen pada 2019 menjadi 24,4 persen pada 2021. Penurunan tersebut dinilai belum signifikan karena masih di atas standar WHO yakni 20 persen.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya