Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

KSOP sangkal KM Marina Srikandi terbalik lantaran bocor

KSOP sangkal KM Marina Srikandi terbalik lantaran bocor Ilustrasi Kapal Tenggelam. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pelabuhan Padang Bai, Karangasem, Bali, membantah tudingan insiden terbaliknya Kapal Motor (KM) Marina Srikandi akibat kebocoran. Menurut mereka, kapal membawa 36 penumpang itu terbalik lantaran gelombang tinggi.

"Kami tegaskan, itu bukan karena kebocoran pada kapal tapi karena terjadi ombak pasang yang mengakibatkan air laut masuk ke dalam kabin kapal," kata Kepala KSOP Padang Bai, I Ketut Gede Sudarma, Minggu (17/7).

Menurut Sudarma, pada Jumat (15/7), sekitar pukul 10.00 WITA, kapal motor itu sandar di Pantai Amed buat mengangkut puluhan penumpang yang seluruhnya wisatawan asing. Mereka hendak menuju Gili Trawangan-Lombok.

"Saat kapal motor itu tiba, staf kami yang bertugas langsung naik ke atas kapal untuk memeriksa kondisi kapal, dan saat itu petugas kami tidak menemukan adanya kebocoran. Itu dibuktikan dengan kabin kapal dalam keadaan kering, sehingga petugas mengizinkan pemuatan," ucap Sudarma.

Menurut dia, air laut mulai masuk dek kapal saat masih sandar dan tiba-tiba terjadi ombak pasang.

"Ketika mesin dihidupkan, mesin pompa baru bekerja. Karena saat itu masih dalam pemuatan dan mesin belum dihidupkan, jadi ABK kapal menunggu hingga pemuatan selesai baru memompa air laut itu keluar," lanjut Sudarma.

Kendati begitu, saat mesin baru dihidupkan dan pompa mulai bekerja, tiba-tiba ada penumpang panik karena melihat air laut di bagian belakang kapal. Hal itu memancing penumpang lainnya ke bagian belakang kapal. Kepanikan penumpang menyebabkan kondisi kapal tidak stabil dan akhirnya terbalik.

"Itulah sebenarnya yang terjadi," ujar Sudarma.

Mengenai kabar tidak adanya alat keselamatan dalam kapal motor itu, mereka menyangkalnya. Menurut mereka, alat keselamatannya, seperti Life Raft atau rakit penolong, sudah mumpuni.

"Life Jacket maupun pelampung selurhnya ada dan sesuai tertera dalam dokumen kapal. Bahkan, saat kejadian itu ABK sudah melempar Life Raft ke laut yang kapasitasnya 65 orang dan sudah mengembang," imbuh Sudarma. (mdk/ary)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP