Kronologi pembunuhan sadis Sisca Yofie di Bandung

    Reporter : Hery H Winarno | Selasa, 6 Agustus 2013 11:00

    Kronologi pembunuhan sadis Sisca Yofie di Bandung
    pembunuhan. shutterstock

    Merdeka.com - Polisi hingga saat ini masih menyelidiki kasus yang menggemparkan warga Bandung, yakni pembunuhan sadis terhadap Franceisca Yofie. Wanita berusia 30 tahun itu tewas diseret dengan motor. Tidak itu saja, pelaku juga membacok kepala Sisca hingga tiga kali.

    Berikut kronologi kejadian sadis yang terjadi sesaat setelah warga Kota Kembang sedang berbuka puasa itu seperti yang disampaikan Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Trunoyudho kepada merdeka.com.

    Pukul 18.15 WIB

    Sisca tiba di tempat indekosnya di Jalan Setra Indah Utara. Sisca lalu hendak memarkirkan mobil dinasnya di gerbang depan luar rumah. Sisca lalu turun dari mobil membuka gembok gerbang untuk memasukkan mobilnya.

    "Kemungkinan pelaku datang saat itu dengan menggunakan sepeda motor. Pelaku mungkin membawa paksa Sisca yang waktu itu masih berada di depan luar gerbang. Mobilnya sendiri masih berada di depan gerbang," ujar Trunoyudho.

    Pukul 18.30 WIB

    Beberapa saat kemudian, anak pemilik rumah, Rudi (40) melihat mobil Sisca masih berada di depan luar gerbang. Saat itu mobil Sisca mesin dan lampu masih menyala. Sementara itu Sisca tidak dia temukan di sekitar rumahnya.

    "Setelah mencari tidak ketemu, Rudi lalu inisiatif memasukkan mobil ke dalam rumahnya," terangnya. Sampai saat itu keberadaan Sisca belum diketahui.


    Pukul 18.40 WIB

    Seorang saksi mata, melihat sepeda motor pelaku melintas kencang di Jalan Cipedes Tengah sambil menyeret boneka, sekitar 500 meter dari rumah kos Sisca. Namun ternyata yang diseret itu bukan boneka, melainkan orang yaitu Sisca. Sisca saat itu juga sempat menjerit minta tolong.

    Kedua pelaku tidak dikenali oleh saksi karena menggunakan helm full face. Pelaku yang dibonceng menjambak rambut Sisca dan menyeretnya dengan kecepatan tinggi.

    Sejumlah warga lalu berusaha mengejar dan mendapati Sisca dalam kondisi bersimbah darah di Jalan Cipedes Tengah. Saat itu Sisca juga mengalami luka bacok yang serius di kepala.

    "Saat itu kondisinya sudah sangat kritis, dengan luka di sekujur tubuhnya," ujar Trunoyudho yang enggan menyebut siapa saksi yang dia maksud.

    Pukul 18.50 WIB

    Sisca segera dilarikan ke rumah sakit, namun di tengah perjalanan nyawanya tidak tertolong. Jasad Sisca pun dibawa ke kamar mayat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

    Selanjutnya polisi melakukan olah tempat kejadian perkara. Polisi pun memastikan mobil Sisca masih berada di tempat indekos.

    "Masih kita selidiki kasus ini," imbuhnya.

    [hhw]

    Komentar Anda


    Suka artikel ini ?
    Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


    JANGAN LEWATKAN BERITA
    Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

    Let's be smart, read the news in a new way.
    Tutup
    Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
    Kirim ke

    Free Content

    • URL Blog

    • Contoh : merdeka.wordpress.com

    • Email

    • Password


    saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






    BE SMART, READ MORE
    Today #mTAG
    LATEST UPDATE
  • Dijagokan dapat Piala Oscar, Matt Damon merasa dirinya tak layak
  • Kisah kelam pembantaian etnis Tionghoa di Batavia
  • Kemlu pastikan belum ada WNI yang menjadi korban dalam gempa Taiwan
  • Dites urine, lima narapidana Lapas Banceuy positif pakai narkoba
  • Diiming-iming jadi guru bantu, 4 orang kena tipu Rp 80 juta
  • Pakai batik abu-abu, SBY hadiri Maulid Nabi di Kalibata
  • Jejak Laksamana Cheng Ho di Klenteng Sam Po Kong Simongan Semarang
  • Hiddink: Chelsea vs MU masih laga besar
  • Maling bobol ATM di Alfamart pakai las, duit Rp 84 juta raib
  • Jingga, warna warni hidup kaum tunanetra siap aduk emosi penonton
  • SHOW MORE