Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Krisis Air Bersih, Warga Lereng Merapi Boyolali Tak Mandi 3 Hari

Krisis Air Bersih, Warga Lereng Merapi Boyolali Tak Mandi 3 Hari Warga lereng Merapi antre bantuan air bersih. ©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Puluhan warga lereng Gunung Merapi, Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Rabu (14/8) antre untuk mendapatkan bantuan air bersih.

Kekeringan melanda sejumlah wilayah di Boyolali, menyebabkan krisis air bersih. Setiap hari warga membutuhkan air untuk minum, memasak, mandi, mencuci dan minuman ternak sapi.

"Ini sudah 3 hari tidak mandi mas. Sudah 3 bulan ini kekeringan, kita sampai harus beli air. Harganya Rp 150 ribu per tower (tandon air)," ujar Rati (62) warga setempat.

Menurut Sukiyem (45), sudah 3 bulan ini warga kesulitan mendapatkan air bersih. Selama ini pasokan air bersih di sumur-sumur juga sudah kering, sehingga warga hanya bisa mengandalkan sumber air yang sangat terbatas.

Warga mengaku sangat membutuhkan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Sebenarnya ada satu mata air, tetapi sudah hampir kering. Jadi tidak bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," jelas Sukiyem.

Kebahagiaan nampak dari puluhan warga setelah datang bantuan tangki air dari politisi yang juga anggota DPR RI PDIP Aria Bima. 5.000 liter air bersih tersebut habis dalam waktu 30 menit. Dengan jeriken dan ember warga mengisi jatah air untuk dibawa pulang.

"Kami memang rutin memberikan bantuan air bersih ke daerah rawan kekeringan. Salah satunya yang ada di wilayah Selo ini. Kemarin juga ke Klaten dan juga Sukoharjo. Droping ini sudah kami lakukan sejak dua bulan lalu. Silakan warga yang kekurangan air bersih untuk melaporkan, kami akan bantu," imbuh Aria Bima.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP