Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Krishna Murti jawab IPW, sebut Neta Pane analis kacangan

Krishna Murti jawab IPW, sebut Neta Pane analis kacangan Facebook Krishna Murti. ©facebook.com

Merdeka.com - Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Dir reskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Krishna Murti rupanya jengah dengan tudingan Indonesian Police Watch soal teror Sarinah setingan. Dalam satu hari, dia menjawab dua tuduhan itu lewat video serta memposting ulang penjelasan yang didapatkan dari simpatisan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Nita Triyana.

Jawaban pertama, dia langsung menyertakan bukti berupa video yang ditampilkan salah satu stasiun televisi swasta. Tayangan tersebut diunggah di Youtube berdasarkan hasil konferensi pers bersama dengan media massa.

"Bagi yang menuduh setingan, analis kacangan, seperti pak NP; Semoga dosa anda diampuni Allah SWT. Semoga korban-korban yang masih terbaring di Rumah Sakit cepat sembuh. Semoga keluarga yang mati dapat diberikan kekuatan. Semoga korban yang mati diterima di sisi Allah SWT," tulis Krishna Murti yang diunggah sejak pukul 07.51 WIB, Rabu (20/1).

Beberapa jam berikutnya, polisi yang sedang naik daun pascateror Sarinah ini kembali memosting kegundahannya soal tudingan tersebut. Kali ini, dia melampirkan penjelasan dari akun Facebook, Nita Triyana.

"Pak NP; saya tidak perlu menjelaskan kenapa kami cepat ke TKP. Cukup FB bu Nita Triyana yang bercerita," tulisnya lagi.

facebook nita triyanaFacebook Nita Triyana ©2016 merdeka.com

Sebelumnya, Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menyebutkan bahwa ledakan bom di Starbucks beberapa hari lalu, banyak spekulasi yang tersebar di masyarakat untuk menjatuhkan Kapolda Irjen Pol Tito Karnavian. Namun, terdapat spekulasi juga yang tersebar di masyarakat untuk meningkatkan citra Irjen Pol Tito Karnavian karena kecepatannya dalam meringkus para pelaku teror tersebut.

"Bom Starbucks dispekulasikan menjatuhkan Tito Karnavian, bom itu dijatuhkan untuk menurunkan Tito atau meningkatkan citra Tito, spekulasi spekulasi muncul pasca-bom itu," ucap Neta dalam acara diskusi publik, Selasa (19/1).

Dia menyatakan bahwa terdapat kejanggalan saat penanganan aksi teror bom Starbucks tersebut. Neta menganalisis bahwa terdapat kejanggalan saat Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti begitu cepat mendeteksi para teroris bom Sarinah. Selain itu para pelaku teror dia nilai tampak begitu tenang seperti Densus saat melakukan aksinya di tengah jalan.

"Kejanggalan rombongan Krishna Murti, begitu cepat. Hanya waktu 10 menit ke TKP padahal dia bukan Densus, pelaku begitu tenang aksi di tengah publik seperti Densus," katanya.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP