Kriminalisasi bikin orang baik enggan masuk ke KPK
Merdeka.com - Kasus kriminalisasi terhadap sejumlah pimpinan KPK dinilai berdampak pada minat orang-orang baik untuk mendaftar sebagai calon pimpinan KPK. Hal itu diungkapkan putri Presiden Abdurrahman Wahid, Alisa Wahid saat menggelar konferensi pers bersama anggota Pansel KPK, Supra Wimbarti dan jaringan anti korupsi Yogyakarta.
"Momok kriminalisasi ini benar-benar terasa, kejahatan yang tidak bisa dibuktikan, kasus-kasus remeh bisa jadi perangkap. Ini membuat orang-orang baik yang mau masuk KPK jadi enggak mau karena masalah ini," kata Alisa di Pusat Kajian Anti Korupsi UGM, Sabtu (20/6).
Dia pun meminta pemerintah agar benar-benar berkomitmen dalam menghentikan kriminalisasi terhadap para pimpinan KPK dan aktivis antikorupsi di Indonesia.
"Jalan satu-satunya ya kriminalisasi harus dihentikan. Kalau tidak nantinya orang-orang baik nggak mau masuk KPK," tegasnya.
Hal itu juga yang diduga menyebabkan hanya ada 10 perempuan yang mendaftar sebagai calon pimpinan KPK. Padahal menurut Alisa, saat ini justru perempuan yang dibutuhkan di dalam KPK.
"Keadilan itu justru lekat pada feminim, perempuan, kalau maskulin itu cenderung menang-kalah. Koruptor di Indonesia saja 95 persen laki-laki," tandasnya.
Menanggapi hal tersebut, anggota pansel KPK Supra Wimbarti mengatakan tidak bisa memastikan apakah ketakutan itu benar ada. Menurutnya sampai saat ini pihaknya belum melihat hingga sejauh itu.
"Kami belum tahu, belum melihat sejauh itu. Kami berharap masih terus bertambah aplikan, dan tentunya orang-orang yang baik," tegasnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya