Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

KPU Surati Percetakan Terkait Surat Suara Pilkada Tangsel Kurang dan Rusak

KPU Surati Percetakan Terkait Surat Suara Pilkada Tangsel Kurang dan Rusak KPU Gelar Simulasi Pemungutan Suara. ©2020 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tangsel, menemui persoalan surat suara yang tidak sesuai jumlah pesanan dan ratusan kertas suara rusak. Padahal, H-8 hari pencoblosan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tangerang Selatan.

KPU Tangerang Selatan telah mengirimkan surat ke perusahaan pencetakan kertas suara Pilkada di Jawa Timur. KPU ingin percetakan segera mengirimkan kekurangan surat suara yang dibutuhkan.

"Harusnya 1.001.874 surat suara yang kami terima, tetapi kurang 1.035 lembar ditambah surat suara rusak setelah pelipatan kemarin sebanyak 854 kertas suara," kata Ketua KPU Tangsel, Bambang Dwitoro dikonfirmasi Selasa (1/12).

Menurut Bambang, surat suara yang tidak sesuai dan rusak baru diketahui setelah petugas pelipatan surat suara merampungkan tugas pelipatan kertas suara selama 5 hari sejak Rabu (25/11) hingga (29/11).

"Semula total keseluruhan yang dipesan harusnya berjumlah 1.001.874 lembar. Tetapi, setelah dihitung ada kekurangan mencapai 1.035 lembar," ucap dia.

Bambang menerangkan, kekurangan surat suara tersebut kemungkinan karena jumlah dari setiap dus yang seharusnya 2000 lembar kertas suara itu, tidak sampai 2000 lembar.

"Ada kekurangan setiap kardusnya, itu totalnya mencapai 1.035 lembar. Dari total 500 dus, bisa jadi setiap dusnya ada yang kurang 2, 3, atau 5 lembar," katanya.

Selanjutnya, KPU Tangsel, telah meminta tambahan kertas suara kurang dan rusak ke perusahaan pencetakan kertas suara Pilkada yang domisili perusahaannya di Jawa Timur.

"Kurangnya minta ke percetakan 1.889, itu akumulasi yang kurang dan rusak. Sudah kita surati. Kalau sudah diterima oleh percetakan, mungkin besok atau lusa akan dikirim lagi," jelasnya.

Nantinya, surat suara yang rusak tersebut akan dimusnahkan dengan berbagai logistik yang mengalami kerusakan.

"Surat suara yang rusak akan dimusnahkan satu hari sebelum pemungutan suara. Kan sortir kelengkapan dulu, antisipasi kekurangan. Misalnya kemaren dari kita mungkin ada yang luput atau rusak dan sebagainya," jelas dia.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP