KPU Sumsel Sebut Banyak Petugas KPPS Tumbang, 6 Meninggal dan 1 Orang Dirawat di RS
Merdeka.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan menyebut sejauh ini ada enam petugas Kelompok Panitia Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia karena kelelahan usai pencoblosan. Satu orang harus dirujuk ke rumah sakit di Palembang karena pecah pembuluh darah.
Anggota KPU Sumsel Divisi Hukum dan Pengawasan Hepriadi mengungkapkan, keenam yang meninggal adalah Tuti Hidayati asal Desa Suka Mulya Ogan Komering Ilir (OKI), Fachrul asal Desa Belambangan Ogan Komering Ulu (OKU), Untung Imansyah asal Desa Sumberjaya Banyuasin, Yanto Tanjung Dalam Musi Banyuasin, Syarifuddin asal Desa Anyar OKU Timur, dan Midy Gusmi ketua KPPS Desa Gunung Batu OKU Timur.
"Sudah ada enam anggota dan ketua KPPS di Sumsel yang meninggal dunia. Secara medis dipastikan mereka mengalami kelelahan dan penurunan kesehatan saat bertugas," ungkap Hepriadi, Selasa (23/4).
Selain itu, kata dia, ada satu petugas KPPS yang terpaksa dirujuk ke RS di Palembang setelah kondisinya menurun sejak dirawat di RS Lubuklinggau. Yang bersangkutan mengalami pecah pembuluh darah.
"Kemarin dibawa ke Palembang. Dia adalah petugas KPPS di Lubuklinggau," ujarnya.
Hepriadi memprediksi masih banyak lagi petugas KPPS yang jatuh sakit usai hari pencoblosan. Hanya saja, jumlahnya belum diketahui pasti karena masih menunggu laporan KPU daerah masing-masing.
"Yang sakit banyak, kami masih menunggu report dari KPU kabupaten kota," katanya.
Dia memastikan para korban meninggal maupun sakit akan mendapatkan santunan. Pihaknya telah mengajukan anggaran ke KPU RI karena dananya belum tersedia.
"Tidak ada anggaran khusus, makanya kami ajukan dulu. Untuk sementara kita berikan santunan sesuai kemampuan setiap KPU di daerah," pungkasnya.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya