Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

KPK ungkap Wawan tahanan berkocek paling tebal di rutan

KPK ungkap Wawan tahanan berkocek paling tebal di rutan KPK tunjukkan barang sitaan para koruptor. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Setelah ditunggu sekian lama, akhirnya Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkap pelanggaran dilakukan oleh para tahanan mereka di dalam bui. Para tahanan baik lelaki maupun pria itu ternyata tetap bandel dengan melanggar aturan dengan menyelundupkan benda-benda terlarang ke dalam tahanan, salah satunya uang.

Juru Bicara KPK Johan Budi membeberkan secara langsung akal-akalan para tahanan itu. Dia mengatakan modus penyelundupan fulus oleh tahanan dilakukan dengan berbagai cara.

"Ada di dalam buku dibolongin. Ada juga diselipin. Di dalam BAP juga ada yang diselipin uang," kata Johan sambil memperlihatkan bukti dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (27/11).

Menurut Johan, temuan uang itu adalah hasil inspeksi mendadak beberapa waktu lalu. Sidak itu digelar di dua lokasi rutan, yakni Rutan Cipinang Kelas I cabang KPK dan Rutan KPK cabang Pomdam Jaya, Guntur.

"Yang di rutan C1 (KPK) pria Anas Urbaningrum di tahanan ini sidak 15 November ada uang Rp 900 ribu, Gulat Manurung Rp 902.400, Mamak Jamaksari Rp 106 ribu, Teddy Renyut Rp 400 ribu," ujar Johan.

Sementara di ruang tahanan wanita rutan KPK ditemukan beberapa tahanan menyimpan uang tunai. Antara lain Susi tur Andayani (Rp 1,9 juta) dan Nur Latifah (Rp 100 ribu).

Temuan di Rutan Guntur, kata Johan, lebih mencengangkan lagi. Di tempat itu, adik Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chaeri Wardhana Chasan alias Wawan, menjadi tahanan berkocek paling tebal. Entah bagaimana hal itu bisa lolos dari pengawasan petugas.

"Uang tunai di Rutan KPK Guntur ditemukan dari Tubagus Chaeri Wardhana Rp 18.205.000," sambung Johan.

Tahanan lain juga menyimpan uang jutaan di Rutan Guntur menurut Johan adalah Heru Sulaksano (Rp 5,1 juta), Budi Mulia (Rp 3,4 juta), Ade Swara (Rp 2,4 juta), Annas Maamun (Rp 2,1 juta), Romi Herton (Rp 1,55 juta), Tafsir Nurchamid (Rp 1,3 juta), Yesaya Sombuk (Rp 1,07 juta). Sementara tiga tahanan menyimpan duit di bawah Rp 1 juta, yakni Syahrul Raja Sempurnajaya dan Andi Mallarangeng mengantongi Rp 700 ribu), seta Budi Susanto Rp 600 ribu.

"Uang tunai tanpa pemilik yang di ember Rp 25 juta. Dalam buku dzikir ada juga, Rp 3,1 juta," ujar Johan.

Sementara itu Johan juga mengatakan ditemukan uang di bawah kasur ruang tahanan Rutan Guntur nomor 6 sebesar Rp 1 juta. Dia mengatakan duit-duit itu saat ini disita KPK. (mdk/has)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP