KPK temukan 'lagi' sel mewah di Lapas Sukamiskin
Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperlihatkan sebuah video yang menampilkan sebuah sel tahanan yang super mewah dari seorang koruptor. Sel tersebut dihuni oleh Fahmi Dharmawansyah, yang tidak lain adalah suami dari Inneke Koesherawati. Sel tahanan ini berada di lapas Sukamiskin, Bandung.
Dalam video, tampak ruangan sel mewah lapas Sukamiskin yang dilengkapi AC, televisi, rak buku, lemari es, dan spring bed. Terlihat juga sebuah kamar mandi yang dilengkapi dengan toilet duduk.

Sel mewah ©2018 liputan6.com
KPK menayangkan video itu dalam konferensi pers terkait operasi tangkap tangan (OTT) di Lapas Sukamiskin. OTT terkait dugaan suap perizinan keluar-masuk lapas yang menyeret Kalapas Sukamiskin Wahid Husein dan stafnya Hendry Saputra sebagai tersangka. Status tersangka juga diberikan pada Fahmi Darmawansyah dan seorang tahanan lain bernama Andri Rahmat.
Terungkapnya keberadaan sel mewah bukan hanya di Lapas Sukamiskin. Tetapi juga pernah terjadi di lapas-lapas lain. Selengkapnya dapat dilihat dalam Infografis di bawah ini:
Infografis sel mewah dalam penjara

Sel mewah ©2018 liputan6.com
Dalam kegiatan ini KPK juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga terkait tindak pidana. Antara lain, 2 unit mobil bermerk Mitsubishi Triton Exceed dan Mitsubihi Pajero Sport Dakkar warna hitam.
Kemudian uang Rp 279.320.000 dan USD 1.410, serta catatan-catatan penerimaan uang dan dokumen terkait pembelian dan pengiriman mobil.
Suap Terang-terangan

Sel mewah ©2018 liputan6.com
KPK menemukan bukti permintaan-permintaan tersebut tidak menggunakan kode atau sandi dalam bernegosiasi di dalam lapas.
"KPK menemukan bukti-bukti permintaan tesebut dilakukan baik langsung atau tidak langsung bahkan tidak lagi menggunakan sandi atau kode-kode terselubung. Sangat terang," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Minggu 22 Juli 2018.
Selain itu, Wahid Husen juga meminta mobil jenis Triton Athlete berwarna putih. Bahkan, dia sempat menawarkan agar mobil tersebut dibeli di dealer yang sudah dikenalnya.
"Namun karena mobil jenis dan warna tersebut tidak ada, akhirnya diganti dengan triton warna hitam yang kemudian diantar dalam keadaan baru tanpa plat nomor ke rumah WH (Wahid Husen)," jelas Febri.
Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:
Kenyataan ini tentu membuat masyarakat geram. Bagaimana bisa seorang koruptor yang telah merugikan negara malah mendapat fasilitas yang bisa terbilang tidak masuk akal untuk ukuran sebuah kamar tahanan. Kita semua tentu berharap kalau hukum di Indonesia bisa lebih baik dan adil.
Sumber: Liputan6.com
(mdk/mg2)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya