KPK sempat dihadang massa loyalis Bupati Buol
Merdeka.com - Penangkapan yang dilakukan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Buol Amran Batalipu hanya memakan waktu 3 menit. Amran ditangkap pada pukul 03.30 Wita di rumahnya, Jalan Ahmad Yani, Buol, Sulawesi Tengah.
Menurut informasi yang dihimpun, Jumat (6/7) dinihari sekitar delapan orang penyidik dan 20 orang polisi berangkat dari Jakarta menuju Buol. Persiapan dan perhitungan yang matang tim disiapkan mengingat banyaknya massa bersenjata tajam yang akan mereka hadapi.
Ketika sampai di rumah Amran, penyidik dan Brimob pun langsung menyergap ke dalam rumah. Massa yang berjaga-jaga pun tidak sempat melawan karena begitu banyaknya petugas yang telah siaga.
Penyidik langsung mengeksekusi Amran di kamarnya ketika dia sedang mengenakan sarung. Tangannya pun langsung di borgol oleh petugas. Tidak ada perlawanan dari Amran, begitu pun para pengawalnya.
"Petugas KPK langsung masuk ke rumah dan menemui Amran di depan kamar yang bersangkutan," menurut sumber merdeka.com.
Para petugas kemudian langsung membawa Amran ke luar Buol, yakni transit di Mapolres Toli-toli. Hingga berita ini diturunkan, pesawat yang membawa Amran telah terbang dari Palu menuju Jakarta.
Sesampainya tersangka di Jakarta, KPK akan mengadakan konferensi pers terkait penangkapan Amran. Calon incumbent yang hampir dipastikan kalah dalam Pilkada Buol ini akan langsung dijebloskan ke dalam rumah tahanan.
KPK sebelumnya telah menetapkan Amran sebagai tersangka. Dia diduga menerima suap terkait penerbitan hak guna lahan kelapa sawit dari PT Hardaya Inti Plantation, perusahaan milik anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Hartati Murdaya Poo. Hartati sudah dicegah oleh KPK. (mdk/ren)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya