Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

KPK rahasiakan perkembangan proses hukum kasus suap Innospec

KPK rahasiakan perkembangan proses hukum kasus suap Innospec Ilustrasi KPK. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi masa kepemimpinan Abraham Samad dan kawan-kawan tak lama lagi akan mengakhiri masa tugasnya. Tetapi, penuntasan beberapa kasus rasuah masih tersendat, salah satunya kasus dugaan suap pengadaan Tetraethyl Lead dari Innospec Ltd., kepada para petinggi Pertamina dan pejabat Indonesia.

Namun, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, menggaransi kasus Innospec tidak akan digantung, apalagi dibekukan. Dia menyatakan, proses penyidikan masih berjalan tapi enggan mengungkap sudah sejauh mana hal itu dilakukan.

"Kalau kasus Innospec, kasus itu jalan," kata Bambang kepada awak media, Selasa (30/12).

Saat ditanya sudah sejauh mana proses itu berjalan, Bambang enggan membeberkan. Menurut dia, ada hal-hal yang mesti dirahasiakan dalam proses penyidikan.

"Kita belum berani menjelaskan ke publik yang dapat menyebabkan proses yang sedang berjalan ini terganggu," ujar Bambang.

Kasus dugaan suap pengadaan Tetra Ethyl Lead (TEL) Pertamina terjadi pada 2004. Perkara itu melibatkan beberapa petinggi Pertamina saat itu dan pemilik PT Soegih Interjaya. PT Soegih merupakan agen resmi dari Innospec Limited (Ltd.) sejak 1982. Innospec memiliki pabrik di Kota Widnes dan Ellesmere Port, Cheshire, merupakan satu-satunya perusahaan produsen TEL dan zat adiktif lain buat bahan bakar masih beroperasi di dunia sampai hari ini. Innospec dulunya dikenal sebagai perusahaan produsen bahan kimia bernama Octel, bermarkas di Delaware, Amerika Serikat.

Praktik pemberian duit pelicin itu awalnya justru dibongkar oleh Kantor Kejahatan Serius (Serious Fraud Office/SFO), atau lembaga khusus antikorupsi Pemerintah Inggris. Kerjanya mirip Komisi Pemberantasan Korupsi, yakni lembaga penegak hukum khusus menyelidiki dan menyidik kejahatan rumit seperti penyalahgunaan wewenang, suap, dan korupsi. Mereka juga memiliki tenaga penyelidik, penyidik, dan jaksa penuntut umum secara mandiri.

Menurut jaksa penuntut umum SFO di kasus Innospec, Andrew Mitchell, para petinggi Innospec secara terorganisir, terstruktur, dan sistematis menyuap pejabat dan lembaga beberapa negara menjadi pelanggan mereka. Hal itu dilakukan supaya negara-negara itu menangguhkan program penerapan bensin tanpa timbal.

Menurut Mitchell, ada empat petinggi Innospec dinyatakan bersalah menjadi penggagas suap. Mereka adalah mantan Direktur Eksekutif Penjualan Aditif Multinasional periode 1996-2005, Dennis Kerrison, serta bekas Direktur Penjualan Senior Asia-Pacific, Dr. Miltiades 'Miltos' Papachristos berkebangsaan Yunani. Bekas Direktur Operasional Paul Jennings, dan mantan Direktur Penjualan dan Pemasaran, David Turner, juga belakangan dinyatakan bersalah menyogok pejabat di Indonesia dan Irak.

Mitchell menyatakan, penyidikan dugaan suap Innospec berlangsung selama tujuh tahun dilakukan oleh SFO dibantu beberapa lembaga antikorupsi dunia dan Departemen Hukum Amerika Serikat dan Swiss. Mereka menemukan fakta Innospec melakukan konspirasi buat menggagalkan program bensin bebas timbal di beberapa negara. Modusnya adalah dengan menyuap dan menggagalkan dan sabotase uji coba aditif peningkat oktan BBM ramah lingkungan. Pelanggan Innospec tersisa adalah Irak, Iran, Afrika Selatan, Venezuela, dan Indonesia.

Saat pemerintah Indonesia berencana menghapus BBM bertimbal pada era 2000, Innospec pun goyah. Mereka enggan kehilangan salah satu pelanggannya itu yang membayar USD 277 juta buat membeli timbal. Mereka pun berencana menjual TEL sebanyak mungkin di Indonesia dan secara agresif memberangus produk-produk peningkat oktan ramah lingkungan. (mdk/rnd)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP