KPK periksa staf ahli Gubernur Jateng dalam kasus Hambalang

Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo | Selasa, 7 Mei 2013 11:29




KPK periksa staf ahli Gubernur Jateng dalam kasus Hambalang
Gedung KPK. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini menjadwalkan pemeriksaan terhadap staf ahli Gubernur Jawa Tengah bidang Sumber Daya Manusia, Muhammad Tamzil.

Dia diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan serta Sekolah Olahraga Nasional di Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Saksi Muhammad Tamzil dan Hary diperiksa buat tiga tersangka. Yaitu AAM, DK, dan TBMN," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, lewat pesan singkat, Selasa (7/5).

Dalam perkara sama, lembaga antikorupsi itu hari ini juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap staf PT Dutasari Citralaras, Hary.

KPK sudah menetapkan tiga tersangka dalam perkara dugaan korupsi proyek berbiaya Rp 2,5 triliun itu. Pertama adalah Deddy Kusnidar, mantan Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora yang juga Pejabat Pembuat Komitmen proyek P3SON Hambalang.

Ke dua, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga serta bekas Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat, Andi Alifian Mallarangeng (AAM).

Ketiga, bekas Kepala Divisi Konstruksi I dan mantan Direktur Operasional PT Adhi Karya dan mantan Ketua Kerjasama Operasi proyek Hambalang PT Adhi Karya-PT Wijaya Karya, Teuku Bagus Mochammad Noor (TBMN).

PT Adhi Karya merupakan Badan Usaha Milik Negara berkecimpung dalam bidang konstruksi. Adhi Karya bersama PT Wijaya Karya menjalin kerjasama dalam bentuk Kerjasama Operasi pembangunan P3SON Hambalang.

Kabarnya, porsi besaran modal dalam pembangunan proyek bernilai Rp 2,5 triliun itu, antara Adhi Karya dan Wijaya Karya adalah 70 dan 30 persen.

KSO Adhi dan Wika diduga menyuap penyelenggara negara buat memuluskan lelang proyek pengadaan P3SON. Mereka dan beberapa perusahaan sub-kontraktor, termasuk PT Duta Sari Citra Laras ditengarai menggelembungkan harga barang dan jasa dalam proyek.

Sebelumnya, Istri Anas Urbaningrum, Athiyyah Laila, juga diketahui pernah menjadi Komisaris PT Duta Sari Citra Laras.

AAM, DK, dan TBMN dijerat Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001.

Ketiganya sebagai penyelenggara negara diduga menyalahgunakan wewenang guna memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi sehingga merugikan keuangan negara. Menurut audit Badan Pemeriksa Keuangan, kerugian uang negara dalam proyek Hambalang mencapai Rp 243 miliar.

KPK juga mulai mengembangkan penyidikan dalam perkara pengadaan peralatan buat P3SON Hambalang.

[mtf]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Kasus Hambalang

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Newmont ancang-ancang garap tambang fase 7
  • Tiduran & sujud di rel, Nababan tewas dilindas kereta bandara
  • Gantikan Pratikno, Dwikorita jadi rektor wanita pertama UGM
  • Pembunuh Sri, Jean Alter menuju Jakarta, dikawal ketat polisi
  • Jokowi foto selfie bareng teman wisuda putranya
  • Jaga kesehatan jantung dengan mencelupkan roti ke minyak zaitun
  • Alat pengering tangan ternyata lebih kotor dari tisu kertas!
  • 6 Tahun lagi, Apple jual 1 miliar smartwatch
  • PKS: Mega dan SP boleh saja jadi wantimpres, asal sesuai aturan
  • Cikarang Dry Port tingkatkan kapasitas jelang pasar bebas ASEAN
  • SHOW MORE