KPK masih pikir-pikir tawaran Kapolri soal penyidik bantuan
Merdeka.com - Kapolri Badrodin Haiti menyambut baik ajakan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam penanganan kasus korupsi, salah satunya dengan memberikan penyidik tambahan. Namun, Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, belum menentukan berapa banyak penyelidik yang diperbantukan untuk membantu lembaga antirasuah ini.
"Kita belum bahas soal itu," ucapnya ketika dihubungi merdeka.com, Rabu (6/1).
Sejauh ini, tambah Saut, KPK masih membahas kesepakatan antar lembaga penegak hukum untuk bersama-sama memberantas korupsi.
"Kita masih bahas kesepatakan kerja sama untuk dilanjutkan ke depannya," tandasnya.
Sebelumnya diketahui, Senin (4/1) Lima pimpinan KPK sambangi Mabes Polri untuk melakukan koordinasi dengan Kapolri Badrodin Haiti.
Badrodin sepakat perlunya kerja sama antar institusi penegak hukum terkait penyelesaian kasus-kasus korupsi sehingga tidak terjadi penumpukan kasus. Kapolri berjanji mengulurkan tangan untuk KPK.
"Pemberantasan dan pencegahan korupsi, tadi disampaikan Pak Agus perlu kerja sama. Tapi juga PPATK dan lembaga antikorupsi, organisasi antikorupsi, BPK dan lainnya, BPKP perlu kerja sama. Beberapa hal, seperti pelatihan bersama. Tambahan penyidik juga kita siapkan. Kami bahkan tawarkan penanganan kasus yang sudah lama, BKO kan penyidik pada penyelesaian perkara. Sehingga tidak terjadi penumpukan kasus," ujar Badrodin usai menggelar pertemuan dengan pimpinan KPK di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Senin (4/1).
Badrodin belum bisa memastikan berapa jumlah penyidik dari Polri yang akan diperbantukan ke KPK. Pihaknya berjanji memenuhi sesuai kebutuhan KPK.
"Tergantung jumlah yang diinginkan KPK. Kalau ada kasus yang belum selesai, tentu akan kami kirim. Tergantung kondisinya, saya pastikan jangan ratusan, ambil penyidik dari Polri yang pernah di KPK. Enggak perlu tes lagi," kata Badrodin.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya