KPK masih dalami dugaan penyelewengan kasus Sumber Waras
Merdeka.com - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyebut telah terjadi penyelewengan yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta saat pembelian lahan rumah sakit Sumber Waras seluas 3,7 hektar. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menegaskan sampai saat ini masih terus mendalami dugaan penyelewengan yang dilakukan mantan Bupati Belitung Timur tersebut.
"Masih kami jalani itu," kata Agus di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (15/4).
Agus juga menegaskan masih terus mendalami temuan yang berbeda antara Ahok dengan BPK terkait perbedaan harga Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) pada lahan di RS Sumber Waras di Jalan Tomang Raya, dengan lahan rumah sakit itu di Jalan Kyai Tapa.
"Makanya kalau untuk kehati-hatian mestinya sebelum dibeli dengan NJOP mungkin tanya kepada masyarakat. Apakah memang harganya bergerak secara cepat seperti harga yang kemarin ditawarkan ke Ciputra ke NJOP itu juga pertanyaan. Itu yang termasuk kita dalami," ujarnya.
Seperti diketahui, hasil audit BPK terhadap lahan Rumah Sakit (RS) Sumber Waras di Jalan Kiai Tapa, Grogol, Jakarta Barat menuai kontroversi. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meradang karena pembelian tersebut dinilai merugikan negara.
Pria yang akrab disapa Ahok tersebut langsung menyerang BPK, dan menganggap lembaga tersebut berat sebelah dalam menyampaikan hasil investigasinya. Sementara, Ketua BPK Harry Azhar Azis membantah tudingan mantan Bupati Belitung Timur itu.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya