Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

KPK: Korupsi penyebab maraknya kerusuhan di daerah

KPK: Korupsi penyebab maraknya kerusuhan di daerah Loby KPK. Merdeka.com / Dwi Narwoko

Merdeka.com - Dampak prilaku korupsi cukup luas. Sebab, korupsi ditengarai juga menjadi salah satu penyebab terjadinya kerusuhan di daerah atau pelosok-pelosok wilayah Indonesia.

Hal itu dinyatakan dengan tegas oleh penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua.

"Hal tersebut merupakan hasil temuan KPK setelah menelusuri sejumlah kasus dalam beberapa tahun terakhir, " kata Hehamahua saat sosialisasi Anti Pencucian Uang (APU) dan Pencegahan Pendanaan terorisme (PPT) di Gorontalo, Rabu (4/7). Demikian dikutip dari Antara.

Abdullah mencontohkan, penyebab kerusuhan di Maluku dan di beberapa daerah lain ternyata dampak dari prilaku korupsi di lingkungan pemerintah daerah.

"Kerusuhan merupakan dampak luar biasa dari perbuatan korupsi yang mengakibatkan semakin besarnya kerugian negara," tuturnya.

Dalam pandangannya, korupsi juga merupakan lahan bisnis yang menjanjikan. Berdasarkan pola pemikiran seperti itulah banyak pihak tertarik dan terlibat dalam praktik tersebut termasuk pencucian uang.

"Oleh karena itu pemberantasan korupsi harus dilakukan secara sinergis dengan melibatkan pemerintah, pihak swasta dan masyarakat umum karena jika salah satu tidak berperan, langkah pencegahan dan pemberantasan sulit dilakukan," imbau Abdullah.

Tak hanya itu, jika ingin kehidupan lebih aman dan damai, Abdullah berharap pemerintah daerah berhenti melukai rakyat dengan tidak mengorupsi uang yang bukan hak mereka. Karena menurutnya, korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang bersifat transnasional dan sering melibatkan transaksi maupun hubungan antar negara. Meski dia menyadari, pembuktian terhadap kasus korupsi sukar untuk dilakukan dan memerlukan waktu serta biaya yang tidak sedikit. (mdk/lia)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP