KPK kemungkinan akan periksa Ayin di Singapura
Merdeka.com - KPK tetap akan memeriksa Artalyta Suryani atau biasa disebut Ayin meskipun yang bersangkutan tidak berada di Indonesia. Bahkan KPK tidak menutup kemungkinan untuk memeriksa Ayin di Singapura.
Ayin yang sebelumnya sempat mangkir dari panggilan KPK itu, mengaku sakit saraf di leher dan saat ini sedang dirawat di RS Mounth Elizabeth.
"KPK sudah dapat konfirmasi bahwa Ayin benar sedang perawatan di Singapura. Karena itu tidak tertutup kemungkinan KPK akan ke Singapura untuk minta keterangan yang bersangkutan sebagai saksi," ujar Juru Bicara KPK, Johan Budi, di kantornya, Kamis (19/7).
Namun, ketika ditanyakan lebih lanjut, kapan hari yang pasti, Johan mengaku belum mengetahui. Johan juga mengatakan KPK juga telah memikirkan rencana-rencana lain apabila rencana pertama untuk memeriksa Ayin di Singapura tidak terlaksana.
"Kemungkinan berikutnya masih kita pikirkan kalau kemungkinan pertama tidak terlaksana," imbuhnya.
KPK memanggil Ayin sebagai saksi kasus dugaan suap penerbitan izin hak guna usaha (HGU) perkebunan kelapa sawit di Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng). Pada pemanggilan pertama Senin (16/7), Ayin tidak hadir dengan alasan menjalani pengobatan di Singapura.
Menurut penelusuran merdeka.com, Ayin diduga memiliki perusahaan kelapa Sawit bernama PT Sonokeling Buana dengan luas 19.500 Ha yang tersebar di 3 desa yakni Desa Kokobuka, Lomuli dan desa Air Terang di Kecamatan Tiloan, Kabupaten Buol. Penerbitan Surat Perkebunan itu ditandatangani oleh Bupati Buol Amran Batalipu. Perkebunan Ayin diduga memiliki hubungan erat dengan perkebunan milik Hartati Murdaya. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya