Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

KPK harus usut tuntas korupsi Alquran di Kemenag

KPK harus usut tuntas korupsi Alquran di Kemenag al qur'an. merdeka.com/shutterstock

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diharapkan dapat menuntaskan kasus dugaan korupsi pengadaan Alquran di Kementrian Agama. Hal ini penting karena menyangkut pengadaan kitab suci Agama Islam yang memang sangat diperlukan umat di berbagai pelosok.

"KPK yang pertama kali mengungkapkan kasus ini ke publik, maka saya mendorong agar KPK menuntaskan segera dugaan tersebut. Kalau buktinya kuat segera ditingkatkan menjadi penyidikan. Kalau tidak terbukti segera diklarifikasi. Agar jelas duduk masalahnya," ujar Wakil Ketua Komisi VIII, Jazuli Juwaini kepada wartawan, Senin (25/6).

Menurut Jazuli, Komisi VIII sebagai mitra kerja Kemenag mendukung kebijakan Kemenag menambah pengadaan jumlah Alquran dari tahun ke tahun karena memang dibutuhkan. Demikian juga dengan pengadaan kitab-kitab agama lain.

"Ini kan bagian dari pembinaan agama melalui penyebarluasan kitab suci agama-agama," katanya.

Sementara itu, Ketua Bidang Pengembangan Ekonomi dan Kewirausahaan DPP PKS ini juga meminta Kementerian Agama agar terbuka terhadap kasus ini. "Kemenag harus membuka diri seluas-luasnya, memberi akses kepada KPK untuk menyelidiki kasus ini. Bahkan, meminta asistensi KPK, untuk terus mendeteksi potensi korupsi di kementerian agama," pintanya.

Pasalnya, masyarakat sudah mengetahui Kemenag beberapa tahun terakhir salalu menempati ranking satu instansi yang paling rendah integritasnya terhadap korupsi. Karena itu, dia menyarankan, agar Kementerian Agama melakukan perbaikan radikal, namun tetap sistematis dan terukur.

Pertama, Kemenag harus semakin terbuka dengan melibatkan KPK, BPK, Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi, UKP3R untuk memperbaiki diri. Kedua, Kemenag harus mewujudkan sistem transparansi dan akuntabilitas publik. Ketiga, Kemenag harus menciptakan sistem pengaduan masyarakat yang efektif dan direspon dengan cepat dan transparan (fast respon). Dorong public untuk mengawasi dan melaporkan indikasi korupsi di Kemenag.

Kementerian Agama, lanjut Jazuli, juga dapat melibatkan auditor independen yang benar-benar kredibel untuk membantu mengawasi dan mengevaluasi kinerja dan anggaran kementerian sekaligus untuk mengembalikan kepercayaan public.

"Kami sangat mendukung jika Kemenag melakukan menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Jajaran Kemenag memang harus terus dimotivasi agar jujur, amanah, dan transparan, dan hal itu harus diiringi dengan sanksi tegas atas pelanggaran. Hanya dengan demikian mata rantai korupsi dapat dihentikan," pungkasnya. (mdk/did)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP