KPK geledah kantor milik Hartati Murdaya di Cikini
Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor PT Cipta Cakra Murdaya di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat. Penggeledahan terkait dugaan suap tersangka Bupati Buol, Amran Batalipu, soal penerbitan hak lahan kelapa sawit.
Pantauan merdeka.com di lokasi kejadian, Jumat (29/6), pukul 13.00 WIB, penggeledahan masih berlangsung di gedung yang bertuliskan 'CCM' atau PT Cipta Cakra Mudaya. Perusahaan ini diduga terkait dengan PT Hardaya Inti Plantation, milik Hartati Murdaya Poo, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat.
Dua orang anggota Brimob tampak berjaga-jaga di depan gedung bercat putih itu. Mereka menenteng senapan laras panjang. Sementara itu, tampak juga dua mobil jenis Toyota Avanza silver yang biasa digunakan penyidik KPK untuk menggeledah. Namun demikian, dari luar gedung tidak tampak penyidik KPK.
Sumber medeka.com di KPK membenarkan penyidik lembaga antikorupsi itu tengah menggeledah kantor yang terletak tepat di sebelah Perguruan Cikini tersebut. "Iya, kantor CCM," kata sumber tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada Selasa lalu, KPK melakukan operasi tangkap tangan di Buol, Sulawesi Tengah. Seorang pengusaha berinisial A diketahui bernama Anshori Manager di PT Hardaya Inti Plantation, ditangkap KPK.
KPK pun menangkap tiga orang yang merupakan rekan kerja Anshori. Ketiganya merupakan pihak swasta yang diduga sebagai pemberi suap. 1 Orang telah ditetapkan tersangka yakni inisial GS dan 2 orang lainnya D dan S akhirnya dilepas setelah diperiksa secara intensif.
A dan GS diduga bekerjasama untuk menyuap Bupati Amran dalam meloloskan penerbitan hak lahan perkebunan sawit di daerah tersebut. (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya