Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

KPK Geledah Kantor Dinas PU Medan

KPK Geledah Kantor Dinas PU Medan KPK Geledah Kantor Dinas PU Medan. ©2019 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan penggeledahan terkait kasus suap Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin. Setelah kemarin menggeledah Kantor Wali Kota Medan, hari ini tim dari lembaga antirasuah itu mencari alat bukti di Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan.

Tim KPK tampak tiba di kantor yang ada di Jalan Pinang Baris, Medan, itu sekitar pukul 09.30 Wib. Mereka menumpangi 4 unit mobil.

Sejumlah pejabat di Dinas PU terlihat mendampingi petugas KPK. Sementara petugas kepolisian melarang wartawan yang mencoba ikut masuk. "Maaf Pak, nggak boleh masuk," ujar salah seorang petugas kepolisian.

Penggeledahan ini terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap Wali Medan Tengku Dzulmi Eldin dan 6 orang lainnya, Selasa (15/10) hingga Rabu (16/10) dinihari. Orang nomor satu di Pemkot Medan itu diduga menerima suap dari Kadis PU, Isa Anyari. KPK menyatakan uang itu untuk menutupi biaya perjalanan dinas ke Jepang yang membengkak.

kpk geledah kantor dinas pu medan

Dzulmi Eldin dan Isa telah ditetapkan sebagai tersangka bersama Kasubbag Protokoler Setda Kota Medan Syamsul Fitri Siregar. Mereka ditahan.

Terkait kasus ini, Jumat (18/10), tim KPK telah lebih dulu menggeledah sejumlah ruangan di Kantor Wali Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis. Penggeledahan berlangsung sekitar 12 jam dari pukul 09.00 hingga 21.30 Wib.

Saat penggeledahan berlangsung, staf protokoler Pemkot Medan, Andika, yang disebut kabur setelah nyaris menabrak personel KPK yang menghentikannya, tampak dihadirkan di Kantor Wali Kota Medan. Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, menyatakan Andika tidak ditahan KPK. Namun dia tidak mengetahui secara pasti status hukumnya. "Ada (di dalam), (Andika), nggak jadi dibawa tuh," ujarnya.

Usai penggeledahan di ruang Subbag Protokoler dan ruang kerja Wali Kota Medan, petugas KPK pergi dengan membawa lima koper. Akhyar mengatakan mereka menyita sejumlah dokumen.

"Ngggak tahu dari ruangan siapa yang paling banyak disita berkasnya, kan dokumen, ada SK, SK pegawai, segala macam," ungkapnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP