Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

KPK diam-diam periksa PPK proyek pengadaan Alquran

KPK diam-diam periksa PPK proyek pengadaan Alquran Ketua KPK Abraham Samad. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelusuri kasus dugaan korupsi pengadaan Alquran. Hari ini lembaga antikorupsi tersebut memeriksa Aswanto, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan Alquran di Kementerian Agama tahun 2010-2011.

Aswanto tampak keluar dari Gedung KPK, Selasa (10/7) pukul 21.40. Dengan mengenakan batik coklat, ia mengaku dicecar penyidik KPK lebih dari 30 pertanyaan.

"Saya diperiksa kewenangan saya sebagai ketua PPK," kata Aswanto, saat keluar gedung KPK, Selasa (10/7).

Aswanto yang diperiksa selama 12 jam ini mengaku telah menjelaskan semuanya kepada penyidik terkait jabatannya sebagai PPK dalam proyek pengadaan Alquran tersebut.

Menurutnya, jumlah pengadaan Alquran telah sesuai prosedur yang disyaratkan dalam kontrak pengadaan. Aswanto mengaku tak tahu menahu jika adanya korupsi dalam proyek tersebut.

Ketika ditanya, soal perusahaan yang memenangkan tender pengadaan Alquran, Aswanto mengaku tidak tahu. "Saya tidak tahu soal itu," ujarnya.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan dua orang tersangka yakni anggota Badan Anggaran DPR, Zulkarnaen Djabar, serta putranya Dendy Prasetya. Keduanya diduga menerima suap Rp 4 miliar dalam dua proyek Kementerian Agama pada tahun anggaran 2011.

Diketahui, Dendy sebagai direktur utama PT Sinergi. Perusahaan itu merupakan perusahaan pemenang tender pengadaan Alquran sekitar Rp 20 miliar dan proyek alat laboratorium madrasah tsanawiyah Rp 30 miliar. (mdk/ren)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP