Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

KPI sesalkan program Ramadan di TV masih berisi makian dan ejekan

KPI sesalkan program Ramadan di TV masih berisi makian dan ejekan Ilustrasi menonton televisi. ©Shutterstock/prodakszyn

Merdeka.com - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) melakukan evaluasi 15 hari siaran Ramadan 2017 di ruang rapat KPI, Gedung Bapeten Lantai 6, Jalan Gajah Mada Nomor 8, Jakarta Pusat, Jumat (16/6). Dalam evaluasi ini, KPI dan MUI menemukan potensi pelanggaran pedoman perilaku penyiaran dan standar program penyiaran (P3 & SPS) dalam konten siaran ramadan.

Potensi pelanggaran yang dimaksud yaitu adanya siaran di televisi yang bermuatan kekerasan, melanggar norma kesopanan, kesusilaan, serta merendahkan derajat manusia. Ada pula tayangan yang sarat dengan makian dan celaan.

"Hal tersebut tentu mengganggu kekhusyukan masyarakat dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan," kata Komisioner KPI Pusat, Dewi Setyarini, Jumat (16/6).

Berdasarkan pantauan KPI, secara umum pelanggaran yang terjadi berkaitan dengan penghormatan terhadap norma kesopanan dan kesusilaan, perlindungan anak dan remaja, dan perlindungan kepada orang dan masyarakat tertentu.

"Padahal yang diharapkan tentunya tayangan tersebut harus sesuai dengan spirit Ramadan, kesederhanaan, kesabaran, dan kepedulian terhadap sesama," sambungnya.

Dewi menyebut program siaran yang sarat dengan pelanggaran P3 & SPS adalah Sahurnya OVJ (Trans 7), Pesbukers Ramadhan (ANTV), Sahurnya Perbukers (ANTV), dan Keluarga Gunarso (Indosiar). Berdasarkan catatan KPI, beberapa program tersebut sudah mendapat teguran pada Ramadan sebelumnya.

"KPI berharap program Ramadan yang hadir di layar kaca, selain dapat meningkatkan iman dan takwa juga mampu mengokohkan jati diri bangsa dalam bingkai NKRI," ucapnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP