Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

KPI: Banyak program TV berating tinggi lakukan pelanggaran

KPI: Banyak program TV berating tinggi lakukan pelanggaran KPI. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) tidak sepakat jika rating dijadikan patokan untuk menentukan hidup matinya sebuah program. Ini karena banyak pengaduan masuk ke KPI terkait program-program yang berating tinggi.

"Banyak acara yang memperoleh rating tinggi justru melakukan pelanggaran Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS)," ujar Komisioner bidang Isi Siaran KPI Nina Mutmainnah Armando dalam dialog publik bertajuk 'Quo Vadis Rating dalam Dunia Pertelevisian Indonesia?' yang digelar KPI di Gedung Kemenkominfo, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (27/6).

Nina mengatakan, pengaduan terkait program-program berating tinggi semakin meningkat. Selain itu, pengaduan tersebut berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.

"Pengaduan publik terhadap acara-acara yang populer itu meningkat dan datang dari 33 provinsi ditambah satu provinsi baru Kalimantan Utara. Artinya, pengaduan publik cukup merata di seluruh Indonesia," kata Nina.

Kemudian, Nina justru mempertanyakan relasi antara rating dengan kualitas acara. Dia justru menilai keduanya tidak memiliki hubungan.

"Kalau bicara rating, kita bisa pertanyakan bagaimana hubungannya dengan kualitas acara?" tanya Nina.

Lebih lanjut, Nina menjelaskan, media seharusnya tidak terlalu melihat rating sebagai faktor penentu berjalan tidaknya sebuah program.

"Seharusnya rating menjadi tolok ukur untuk membuat sebuah program berkualitas, bukan menjadi dasar program itu banyak ditonton atau tidak," pungkas dia. (mdk/did)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP