KPAI Sesalkan PTM Digunakan Pelajar untuk Tawuran
Merdeka.com - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putra menyayangkan, aksi tawuran pelajar yang terjadi di Jakarta Pusat dan Jakarta Barat, saat pembelajaran tatap muka (PTM) penuh. Menurutnya, peran orang tua perlu guna mencegah hal sama kembali terulang.
"Pengawasan orang tua selepas anak selesai jam belajar di sekolah berperan penting. Sebab, kecenderungan terjadinya kekerasan atau tawuran sekolah umumnya terjadi pasca pelajar selesai berkegiatan belajar," katanya dalam keterangan diterima, Sabtu (8/1).
Dia mencatat, tawuran bisa terjadi saat ada waktu luang anak tidak terisi dan tidak adanya kegiatan tersistem dan terstruktur. Energi berlebih dari anak pun disalurkan melalui cara yang salah.
"Banyak anak terjebak dalam pergaulan yang diwarnai kekerasan akibat tidak mendapatkan tempat dalam mengisi waktu luang. Sehingga mereka ikut-ikutan," ujarnya.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya