KPA Sebut Penderita HIV Aids di Bali Meningkat Selama Pandemi Covid-19
Merdeka.com - Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi Bali AA Ngurah Patria Nugraha menyebut jumlah penderita HIV Aids di pulau Dewata selama Pandemi Covid-19 naik antara 2 hingga 5 persen secara komulatif.
"Kalau peningkatan tidak terlalu banyak. Kita menemukan kasusnya mungkin kira-kira 2 sampai 5 persen. Ini dalam tahun ini, dalam masa pandemi peningkatan itu ada. Jadinya keberhasilan kita dalam program ini, ada kita temukan," kata Patria saat dihubungi, Selasa (7/9).
Ia menyebutkan, dari data Dinas Kesehatan Provinsi Bali, penderita HIV Aids di Bali total secara komulatif 23.593 atau masuk 10 besar kasus nasional. Namun terjadinya peningkatan tersebut karena antusias dan kesadaran masyarakat untuk melakukan tes HIV Aids di masa pandemi Covid-19.
"Data HIV ada 23.593 yang telah ditemukan secara komulatif. Dari data ini, adalah peningkatan dalam artian juga ini peningkatan bahwa temuan-temuan kasus dalam pandemi ini dari kesadaran masyarakat yang telah melakukan uji tes kepada layanan," jelasnya.
"Tapi ada banyak hal menyebabkan adanya peningkatan kasus. Salah satunya, kesadaran masyarakat dan ada juga dari kasus pandemi ini banyak pasien yang belum mengetahui dirinya positif, pada saat pemeriksaan Covid-19 ditemukan juga dari pemeriksaan darah ada juga temuan-temuan bahwa dia ditemukan positif HIV," ujarnya.
Sementara, untuk penderita HIV Aids pihaknya mengatakan boleh mengikuti vaksinasi sama halnya dengan masyarakat lainnya. Kemudian, untuk jenis vaksin tak ada yang khusus.
Namun sebelum mengikuti vaksinasi Covid-19, penderita HIV Aids disarankan agar melakukan pengecekan terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi tubuh.
"Itu boleh nanti masalah vaksin ini dan persyaratan vaksin juga perlu dipahami. Jadi sebelum vaksin akan dilakukan pengecekan terlebih dahulu. Jadi kalau sudah persyaratannya oke, bisa melakukan vaksinasi. (Jenis vaksin) sama dengan khalayak umum, jadinya tidak ada yang khusus," ungkapnya.
Kasus HIV Aids di Bali didominasi atau sebesar 31,9 persen di usia remaja dari 20 hingga 29 tahun. Sementara, kasus tersebut banyak ditemukan di daerah Denpasar, Kabupaten Badung dan Kabupaten Buleleng.
"Paling banyak rentang kepada usia remaja 20 sampai 29 tahun. Ini rata-rata 31,9 persen," jelasnya.
Ia juga menyebutkan, banyak penularan HIV Aids kepada remaja di Bali, ada beberapa faktor, salah satunya gaya hidup dan seks bebas.
"Tapi tidak menghakimi dari sana saja semuanya. Iya mungkin juga anak yang baru lahir belum tahu statusnya kena dari ibunya. Ada yang baru diketahui, artinya banyak faktor," sebutnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya