Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kota Tua jadi lapak favorit lesbi memadu kasih

Kota Tua jadi lapak favorit lesbi memadu kasih Turis di Kota tua Jakarta. ©2013 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Di Indonesia, penyuka sesama jenis masih menutup rapat-rapat identitasnya. Sebab, sebagai negara mayoritas muslim, hubungan sesama jenis jelas-jelas dilarang oleh agama dan mendapat penolakan dari mayoritas warga.

Meski demikian, bukan berati jejak dan lokasi tempat berkumpulnya komunitas pencinta sesama jenis tak dapat kita telusuri keberadaannya. Salah satunya ada di kawasan Kota Tua, Jakarta Pusat.

Pada malam hari, kawasan itu ternyata dijadikan tempat berkumpul para perempuan pencinta sesama jenis atau yang biasa dikenal lesbi. Mereka biasanya asyik nongkrong bersama pasangannya di belakang museum Fatahillah atau tepatnya di lapak tukang kopi dan makanan yang berada di pinggir Kali Besar.

"Mereka biasanya nongkrong malam. Kadang ramai-ramai tapi kadang hanya beberapa saja," kata salah seorang pedagang makanan yang biasa mangkal di pinggir Kali Besar, Kota Tua, Jakarta Pusat, kepada merdeka.com beberapa waktu lalu.

Menurut pria yang enggan disebutkan namanya itu kebanyakan pedagang yang biasa mangkal di pinggir Kali Besar tahu soal komunitas lesbi tersebut. Mereka bahkan nongkrong di lapak mereka.

"Ya mereka pesan minum dan makan. Kita tahu tapi ya masing-masing saja," katanya.

Dari pantauan merdeka.com di lokasi, tampak sejumlah perempuan muda tengah asyik nongkrong di lokasi itu sambil ditemani cemilan dan minuman. Sebagian dari mereka ada yang terlihat tomboi dengan rambut pendek.

Namun, sebagian lainnya tampak feminim seperti perempuan kebanyakan. Beberapa dari mereka bahkan terlihat tak canggung bermesraan, seperti berpelukan atau minimal menyandarkan kepala ke pundak perempuan lainnya.

Namun sayangnya saat merdeka.com mencoba untuk berbincang, mereka enggan melayani. Bahkan beberapa dari mereka ada yang buru-buru meninggalkan lokasi.

"Lama nggaknya mereka nongkrong gak tentu. Kadang sampai subuh, tapi kadang jam 1-an sudah bubar," kata pedagang itu.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP