Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kota Semarang marak begal, beraksi di depan markas polisi

Kota Semarang marak begal, beraksi di depan markas polisi Ilustrasi Begal Motor. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Aksi tindak kejahatan begal motor di Kota Semarang, Jawa Tengah membuat keresahan warga. Sebab, usai beraksi di sekitar rumah dinas Kapolrestabes Semarang sepekan lalu, komplotan begal motor kembali beraksi di depan Mapolda Jateng di Jalan Pahlawan, Kota Semarang.

Aksi pembegalan terakhir terjadi di depan Mapolda Jateng terjadi pada Minggu (25/9), sekitar pukul 02.00 WIB dini hari pagi tadi.

Pembegalan menimpa Yogo Utomo (17) warga Plamongansari RT 01 RW 02, Kelurahan Plamongan Sari, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.

Akibat aksi begal itu, sepeda motor Yamaha Vega R yang dikendarai korban Yogo warna hitam bernopol H 6298 TP atas nama ibunya Sumiyatun raib dibawa kabur komplotan begal tersebut.

Dari keterangan korban Yogo saat melapor di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolrestabes Semarang menceritakan, kejadian bermula saat Yogo bersama temanya pergi pada Sabtu (25/9) sekitar pukul 08.00 WIB.

"Sesampainya di depan Mapolda Jateng di Jalan Pahlawan, Kota Semarang sekitar pukul 00.30 WIB saya bareng teman saya nongkrong di depan Mapolda Jateng," ungkapnya saat melapor di SPKT Mapolrestabes Semarang Minggu (25/9) dini hari tadi.

Yogo membeberkan, selang beberapa waktu saat nongkrong, Yogo bersama temannya didatangi beberapa orang tak dikenal dan dipukul.

"Salah satu pelaku membawa gir untuk mengancam mereka. Dikeranekan takut, korban lari meninggalkan sepeda motornya dan sepeda motornya dibawa kabur oleh kawanan tersebut," bebernya.

Korban Yogo kemudian melaporkan kejadian pembegalan yang dilakukan oleh beberapa pria tak dikenal itu ke SPKT Mapolrestabes Semarang.

Sebelumnya, aksi pembegalan terjadi di Jalan Dr Cipto Semarang, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang Sabtu (17/9) lalu sekitar pukul 21.00 WIB.

Ironisnya, lokasi aksi perampasan ini terjadi tak jauh dari rumah dinas Kapolrestabes Semarang di Jalan Sidodadi Nomor 29, Kota Semarang.

Korban dalam insiden itu adalah dua orang pengendara sepeda motor bernama Septia Hera Wulansari (22) warga asal Trangkil, Kabupaten Pati dan Arif Pratama warga asal Limpung Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Keduanya merupakan mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) Kota Semarang.

Saat itu, kedua korban sedang berteduh di teras bengkel Inkojaya Semarang karena hujan deras. Pelaku diketahui berjumlah lima orang. Dua orang berboncengan mengendarai sepeda motor jenis Honda Beat dan tiga orang lagi juga berboncengan mengendarai sepeda motor jenis Yamaha Jupiter Z.

Tanpa basa basi, pelaku langsung meminta paksa barang bawaan milik korban. Bahkan, diantara mereka ada yang memawa senjata tajam jenis parang. Merasa nyawanya terancam, korban akhirnya terpaksa merelakan barang berharga miliknya diambil oleh pelaku.

Selang beberapa hari setelah kejadian, atau Kamis (22/9) kemarin, salah satu korban Septia akhirnya melaporkan kejadian itu Polrestabes Semarang.

"Pelakunya lima orang, mengendarai sepeda motor. Semuanya tidak saya kenal. Saya awalnya berteduh, karena waktu itu hujan. Tidak lama, mereka datang meminta paksa barang-barang yang saya bawa," ujar Septia saat melapor di SPKT Polrestabes Semarang.

Dari bukti laporan itu disebutkan, kedua korban mengalami kerugian berupa sebuah dompet yang didalamnya berisi KTP, SIM, STNK dan tiga buah handpone serta uang dengan jumlah total Rp 550 ribu.

Saat ini, kasus pembegalan yang terjadi di sekitar rumah dinas Kapolrestabes Semarang dan di depan Mapolda Jateng masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan petugas Unit Reskrim Polrestabes Semarang, Jawa Tengah. (mdk/rnd)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP