Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Korupsi Pertamina Foundation, polisi panggil belasan sukarelawan

Korupsi Pertamina Foundation, polisi panggil belasan sukarelawan Penggeledahan kantor Pertamina. ©2015 merdeka.com/ronald chaniago

Merdeka.com - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri memanggil 16 sukarelawan gerakan tanam 100 juta pohon di seluruh Indonesia. Belasan orang tersebut diperiksa sebagai saksi terkait dugaan korupsi Pertamina Foundation.

Kasubdit Pencucian Uang Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Mabes Polri Kombes Golkar Pangarso mengatakan saksi yang diperiksa berjumlah 16 orang.

"Sudah 16 orang sukarelawan sudah diperiksa," ujar Golkar saat dihubungi wartawan, Rabu (9/9).

Para sukarelawan yang diperiksa berdasarkan proyek penanaman 100 juta pohon di seluruh Indonesia.

"Seluruh Indonesia dong. Maksudnya di seluruh Indonesia itu berdasarkan proyek-proyek di mana dilakukan penanaman 100 juta pohon itu. Yang kita periksa orang-orang tersebut," tuturnya.

Namun, Golkar enggan menyebut secara rinci daerah asal ke-16 sukarelawan itu. "Misalnya sukarelawan di daerah daerah tertentu, di Bandung. Ini contohnya begitu," imbuhnya.

Sebelumnya, Komjen Budi Waseso saat masih menjabat sebagai Kabareskrim Mabes Polri sempat mengungkapkan bahwa status kasus dugaan korupsi Pertamina Foundation sudah naik menjadi penyidikan. Di mana penyidik telah menetapkan Nina Nurlina sebagai tersangka.

Nina yang merupakan calon pimpinan KPK pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif Pertamina Foundation. Kasus korupsi Pertamina Foundation diduga terjadi pada program penanaman 100 juta pohon di seluruh Indonesia.

Dari sejumlah dokumen yang disita penyidik ditemukan pencairan dana CSR senilai ratusan miliar rupiah guna mendanai program tersebut. Dalam pelaksanaannya sendiri melibatkan para sukarelawan aksi menanam pohon.

Penyidik menduga terjadi penggelapan dana melalui pemalsuan tanda tangan relawan dalam program itu. Dalam kasus ini, total kerugian negara dari program itu diperkirakan Rp 226,3 miliar. Namun, penyidik masih membutuhkan analisis dari lembaga audit.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP