Merdeka.com tersedia di Google Play


Korupsi Jamkesmas, 3 eks direktur RSU Djoelham Binjai diadili

Reporter : Yan Muhardiansyah | Senin, 20 Mei 2013 20:48


Korupsi Jamkesmas, 3 eks direktur RSU Djoelham Binjai diadili

Merdeka.com - Tiga mantan direktur RSU Djoelham Binjai, Sri Sutarti dan Susyanto, Murad El Fuad, diadili terpisah di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (20/5). Ketiganya didakwa mengorupsi dana Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) senilai Rp 843 juta.

Ketiganya dinilai telah melawan hukum dengan melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

Dalam dakwaannya yang dibacakan di hadapan majelis hakim yang diketuai Achmad Guntur, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Benhar Siswanto Zain menyatakan, terdakwa Murad El Fuad, Susyanto, dan Sri Sutarti saat menjabat Direktur RSUD Djoelham Binjai, melakukan penarikan dana luncuran Program Jamkesmas.

"Tetapi ternyata dalam pelaksanaannya, dari penarikan dana luncuran yang seolah-olah telah direalisasikan sesuai ketentuan penggunaan dana pelayanan kesehatan/Jamkesmas tersebut, terdakwa selaku Direktur RSUD Djoelham Binjai juga menggunakan dana pelayanan keseharan/Jamkesmas yang tidak sesuai peruntukannya sehingga memperkaya diri sendiri atau orang lain," jelas JPU.

Ketiganya memerintahkan dan menggunakan dana klaim Jamkesmas tidak sesuai peruntukannya, seperti untuk perjalanan dinas, biaya perbaikan gedung, dan simulasi. Akibatnya negara dirugikan sekitar Rp 843 juta. Sri Sutarti dinilai telah merugikan negara Rp 247,3 juta, Susyanto Rp 105, 6 juta, dan Murad El Fuad sekitar Rp 400 jutaan.

"Bahwa penggunaan dana pelayanan kesehatan/Jamkesmas yang dilaksanakan tersebut tidak sesuai dengan peruntukannya dan menyimpang dari ketentuan dan peraturan yang berlaku," ucap JPU,

Ketiga terdakwa dinilai telah melakukan perbuatan sesuai Pasal 2 ayat (1) subs Pasal 3 jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001.

Dalam persidangan ini, Susyanto hadir dengan kursi roda. Pernapasannya juga dibantu tabung oksigen.

Setelah pembacaan dakwaan, majelis hakin menunda sidang hingga pekan depan. Sidang berikutnya mengagendakan eksepsi dari pengacara ketiga terdakwa.

[ian]

KUMPULAN BERITA
# Kasus Korupsi

Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Kasus Korupsi, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Kasus Korupsi.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup






Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Pesawat Virginblue diduga dibajak dan mendarat di Bali
  • Jual bir secara bebas, izin 7 Eleven dan Circle K bisa dicabut
  • Deretan pemain tersubur Piala Dunia: Just Fontaine (13 gol)
  • Radar Malaysia lacak pesawat tak dikenal saat MH370 hilang
  • Pria 'sakti' di Pasar Senen bernama Rajes Kumar asal Medan
  • Mau beli miras? Anda kudu berusia minimal 21 tahun dan ber-KTP
  • Astaga... Putri Anna Dari Film Frozen Jadi Kejam Seperti Ini
  • 2 Petugas kebersihan JIS pengidap herpes kenal korban sodomi
  • Polisi kerahkan water cannon padamkan api di Pasar Senen
  • KPU Palembang akui Pileg 2014 amburadul
  • SHOW MORE