Korupsi Alquran, Zulkarnaen Djabar jadi pemodal utama PT PJAN

Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo | Kamis, 28 Maret 2013 16:18




Korupsi Alquran, Zulkarnaen Djabar jadi pemodal utama PT PJAN
Zulkarnaen Djabar dan Dendi jalani sidang perdana. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Saksi mantan Direktur Eksekutif PT Perkasa Jaya Abadi Nusantara (PJAN), Rudy Rosady mengakui pemodal utama perusahaan itu adalah terdakwa kasus korupsi Alquran, Zulkarnaen Djabar. Meski begitu, dia mengakui Zulkarnaen hanya bergerak di belakang layar, sementara anak dan istri Zulkarnaen, Dendy Prasetya Zulkarnaen Putra dan Elzarita duduk sebagai direksi dan komisaris.

Menurut Rudy, yang juga mantan petinggi Indosat itu, awalnya dia mendekati Zulkarnaen minta dicarikan pekerjaan di Telkomsel. Tetapi, Zulkarnaen punya penawaran lain.

"Saya ketemu pak Zulkarnaen di DPR. Lalu diskusi berlanjut ke Restoran Bebek Senayan, dan Hotel Gran Melia. Itu sekitar 2008. Saya minta referensi orang Telkomsel. Dia bilang kenal semua," kata Rudy saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (28/3).

Namun, lanjut Rudy, sewaktu di pertemuan di Restoran Bebek Senayan, dia mengatakan Zulkarnaen mencegahnya melamar ke Telkomsel. Rudy yang memilih pensiun dini di Indosat itu menambahkan, Zulkarnaen menawarkan dia membuka usaha sendiri.

Rudy mengatakan, Zulkarnaen menawarkan bakal memberikan modal penuh perusahaan itu. Atas tawaran Zulkarnaen itu, Rudy sepakat.

"Pak Zul yang urus uangnya. Komposisi saham saya 50, pak Zul 50. Tapi pak Zul bilang dia pejabat negara, jadi enggak bisa ikut masuk akte. Jadi diwakilkan anak dan istrinya. Saya sebenarnya enggak ikut setor modal. Itu cuma ucapan saja," ujar Rudy.

Menurut Rudy, Zulkarnaen dan Rudy menghubungi notaris Halimah Sadiyah untuk membuat akta perusahaan. Mereka juga menyiapkan beberapa alternatif perusahaan dan yang terpilih adalah nama Perkasa Jaya Abadi Nusantara.

"Modal awal Rp 250 juta. Saya setor Rp 150 juta. Tapi pak Zul minta ditarik Rp 100 juta. Sisanya pak Zul yang tanggung," lanjut Rudy.

Dalam surat dakwaan, PT PJAN diduga menampung uang hasil korupsi proyek pengadaan laboratorium komputer di Direktorat Pendidikan Islam pada 2011, serta proyek penggandaan Alquran di Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama. Menurut dakwaan jaksa, Dendy dan Zulkarnaen sengaja menampung jatah korupsi Alquran yang nilainya miliaran.

[tyo]

KUMPULAN BERITA
# Korupsi Alquran

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top


Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER
TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Arus balik, jalur Nagreg padat merayap
  • [Video] Orlando Bloom pukul Justin Bieber
  • BJ Habibie bawa Habibie & Ainun ke Harvard
  • 4 Cerita 'open house' Jokowi di Solo
  • Leeteuk diam-diam gelar fanmeeting pasca lepas dari militer
  • Air di kolam alami ini mirip sampanye!
  • 12 Fakta unik dan menarik seputar bos Facebook
  • 4 Indikasi Golkar bakal jadi oposisi
  • 4 Cerita PKL bandel di Monas saat libur Lebaran
  • 'Keputusan KPU soal pilpres mengikat, tapi belum final'
  • SHOW MORE