Kornel ingin jajaki kerja sama PT DI dan Sukhoi
Merdeka.com - Kepala Divisi Integrasi Usaha Pemasaran PT Dirgantara Indonesia (DI) Kornel M Sihombing menjadi salah satu penumpang pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di lereng Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. Saat itu, Kornel menghadiri undangan demo flight Sukhoi dari pihak PT Trimarga Rekatama sebagai agen penjual Sukhoi Superjet 100 di Indonesia.
Tak hanya sekadar menjadi tamu, Kornel berada di dalam pesawat itu karena diutus oleh PT DI. Dia ditugaskan untuk ikut menjajaki kehebatan burung besi buatan Rusia ini. Karena PT DI sendiri ternyata berniat untuk menjalin kerja sama.
"Atas dasar pengalaman dan kecintaannya terhadap Dirgantara Kornel lah yang mewakili," kata Resourch Management, PT DI Hadi Jumhana kepada wartawan, Jumat (10/5).
Dia menambahkan, usai demo itu rencananya akan ada proses penawaran kerja sama. Kemudian ada pengenalan teknologi pesawat yang bisa melesat hingga 1.000 km/jam ini.
Terlebih PT DI dan Sukhoi sama-sama perusahaan pesawat terbang. Sehingga diharapkan Kornel mendapat masukan terkait industri pesawat.
Kendati begitu diakui Hadi, pihaknya belum melakukan pendekatan, karena sejauh ini baru proses penjajakan dan pengenalan pesawat canggih ini.
Namun nahas, pesawat yang diharapkan mampu diperkenalkan dengan baik kepada dunia penerbangan Indonesia justru sebaliknya. Pesawat yang lepas landas dari Bandara Halim menuju Pelabuhan Ratu Sukabumi dalam rangka demo flight justru lost contact pukul 14.51 di puncak bukit Gunung Salak.
Perkembangan terakhir lokasi hilangnya pesawat Sukhoi Superjet 100 berhasil ditemukan melalui pantauan udara. Dalam pantauan udara yang dilakukan helikopter Super Puma, serpihan pesawat buatan Rusia itu sudah dapat terlihat.
Namun hingga kini keberadaan korban masih belum jelas. Dia menuturkan, Kornel merupakan pria yang cerdas. Sehari-harinya dinamis dan aktif.
"Beliau sangat baik, impresif dan pintar. Figur beliau luar biasa. Panutan di kantor," ujarnya.
Hadi mengaku, terakhir pada Selasa atau sehari sebelum dia berangkat ke Jakarta. Waktu itu tidak ada pertanda apa-apa.
"Saya cuma say hallo aja," kisahnya. (mdk/lia)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya