Korban tunjuk pengacara Buni Yani lawan bos First Travel
Merdeka.com - Nasib jemaah korban First Travel hingga kini belum ada kepastian. Setiap hari jemaah selalu mendatangi kantor yang ada di Jalan Radar Auri Cimanggis Depok tersebut.
Salah satu korban, Zacky Farhan mengatakan banyak jemaah yang stres. Karena banyak dari mereka yang sudah lama menabung untuk dapat berangkat ke Tanah Suci.
"Tidak semua orang mampu ya yang berangkat. Mereka yang niat mengumpulkan uang kemudian mimpi mereka hilang karena oknum yang tidak bertanggungjawab. Kasihan banyak yang stres," kata Zacky di Depok, Minggu (13/8).

Jemaah First Travel terlunta-lunta ©2017 merdeka.com/nur fauziah
Dia mengaku bingung harus lapor kemana. Sebab dia meminta agar pemerintah atau Bareskrim membuat crisis center atau pusat bantuan. Sehingga para korban bisa mendapatkan jawaban terkait proses pengembalian refund dan data-data bisa terjawab.
"Termasuk janji mereka yang katanya Desember tahun ini ada yang diberangkatkan. Kami minta kepastian hitam di atas putih. Jangan ditunda-tunda lagi," tegasnya.
Mereka pun menunjuk Aldwin Rahadian sebagai kuasa hukum. Aldwin sendiri sebelumnya pernah menjadi kuasa hukum Buni Yani dalam kasus pelanggaran UU ITE. Jemaah akan melaporkan bos First Travel yaitu Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan dalam kasus perdata.
"Rencananya Senin pagi (14/8) kami akan ke kantornya Pak Aldwin di Jati Padang, Jakarta Selayan. Pak Aldwin sendiri sudah menjadi kuasa hukum beberapa jamaah," katanya.
Untuk dapat melaporkan maka para korban sedang melakukan pendataan jumlah jemaah yang belum diberangkatkan. Saat ini kata dia ada sekitar 1.000 jemaah yang tergabung.
"Tuntutan kami intinya meminta penjelasan termasuk menuntut pengembalian dokumen yang hingga sekarang belum diberikan," tutupnya.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya